InfoBenua.Com.Samarinda– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kembali menggelar konferensi Kerja Nasional (Konkernas) IV dengan masa Bhakti XXII 2019-2024 yang diselenggarakan secara meriah di Hotel Mercure Jumat, 24 Februari 2023.
Adapun acara ini mengusung tema “Guru bangkit, pulihkan pendidikan, Indonesia kuat, Indonesia maju “. Peserta Konkernas yang hadir berjumlah kurang lebih seribu guru. Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Ketua umum BP PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi,
Hetifah Sjaifudian Komisi XI DPR-RI, Wakil ketua DPRD Provinsi Kaltim Seno Aji, Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Timur H Musyahrim Dan Bupati Penajam Paser Utara H Hamdam.
Adapun konkernas ini dibuka oleh Isran Noor selaku gubernur Kalimantan timur dan akan berlangsung hingga tanggal 26 Februari nantinya. Dalam sambutannya Isran Noor berpesan agar PGRI boleh tetap maju ke depannya dan juga dijanjikan pembangunan gedung guru.
“Guru merupakan bagian terpenting dalam mendidik generasi ke generasi dalam membangun suatu bangsa dan negara Indonesia,maka Dalam hal ini ,Isran menilai tidak ada perbedaan atau kesenjangan terhadap guru yang telah terdaftar Maupun yang belum terdaftar secara administratif.
“Terakhir dia berpesan kepada peserta Konkernas PGRI agar berjalan dengan menjaga kondusifitas serta mengedepankan nilai -nilai demokrasi,agar dapat menciptakan pemimpin yang berkualitas.

Anggota DPR RI, Hetifah juga memberikan tanggapan positif terkait aktivitas PGRI terlebih dengan adanya pembangunan IKN yang dinilai tidak akan mungkin terjadi tampa ada manusia yang cerdas dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan ibukota nantinya.
“Ya sejauh ini dari Komisi XI sudah ada planning dari mulai panca pengangkatan guru honorer dan soal formasinya karena masih banyak masalah-masalah yang belum terpecahkan secara tuntas” ucapnya.
Selain itu Hetifah menjelaskan terkait status guru honorer dan konsekuensinya untuk diatur dan dapat diselesaikan melihat banyaknya guru yang belum terjamin kesejahteraan dan statusnya ditambah hukum yang mengaturnya.
“Tentunya baik itu terkait statusnya dan konsekuensi anggarannya, kita ingin melalui berbagai pengaturan melihat banyak guru yang belum terjamin status dan kesejahteraannya serta payung hukumnya” jelasnya.
Hetifah menyampaikan harapannya bahwa apa yang menjadi hasil konferensi ini menjadi masukan bagi semua pihak bukan hanya Pemerintah Pusat tetapi Pemerintah Daerah dan Kabupaten Kota supaya lebih bersinergi lagi ke depan.
“Karena kita melihat guru adalah kunci dari transformasi kehidupan kita, jadi harapannya kegiatan Konkernas ini bisa menjadi masukan bagi semua pihak supaya lebih bersinergi lagi nantinya” tutupnya.
Penulis :Elprida
Editor : kka



















Users Today : 275
Total Users : 1306569
Views Today : 942
Total views : 6403004