InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Komisi II DPRD Samarinda Hearing dengan Perumdam Varia Niaga, Bahas Parkir Non Tunai

by Eka Mandiri
Kamis, 22 September 2022, 9:25
in Advertorial, DPRD SAMARINDA, Samarinda
Bagikan

INFOBENUA.COM, SAMARINDA — Berlangsung di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda, Komisi II DPRD Kota Samarinda menggelar Hearing dengan Perumda Varia Niaga, Rabu (21/9/2022).

Hearing tersebut bahas pelaporan kegiatan bisnis, kendala dan capaian oleh Perumdam Varia Niaga selama ini.

Persoalan yang paling disorot terkait pengelolaan parkir non tunai oleh perumdam Varia Niaga di tiga ruas jalan percontohan, diantaranya Jalan Panglima Batur, Jalan KH Khalid, Jalan Diponegoro.

Hal itu dikarenakan banyaknya laporan dari warga mengenai kinerja juru parkir (jukir) yang tidak maksimal dalam masalah pembayaran parkir non tunai, menggunakan mesin buatan Varia Niaga.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Subandi yang juga Koordinator Komisi II mengatakan, ada beberapa catatan dalam pertemuan itu.

Sebelum memberikan evaluasi, dia menkelaskan bahwa, dari beberapa anggota Komisi II ada melakukan survei langsung ke lapangan.

“Seperti Bu Laila dan lainnya. Ada coba-coba parkir di kawasan yang diawasi Varia Niaga, ternyata jukirnya tidak menawarkan bayar non tunai. Sehingga harus diminta dulu baru dikeluarkan mesin edisinya,” papar Subandi.

Hal itulah yang menjadi catatan dari Komisi II DPRD Kota Samarinda, terhadap pengelola parkir non tunai, yaitu Varia Niaga.

Menurutnya, potensi retribusi parkir non tunai sangat besar, jika juru parkir menaati metode pembayaran non tunai sebagaimana yang dianjurkan.

“Sudah pasti kami beri dukungan jika potensinya besar. Masalahnya adalah mindset jukir yang perlu beradaptasi,” ucapnya.

Soal lain yang menjadi sorotan Politisi PKS (Partai Kesejahteraan Sejahtera) adalah mengenai premanisme yang dilakukan oleh oknum, yang merasa menguasai beberapa ruas jalan.

“Pemerintah jangan takut dengan premanisme, karena pemerintah yang membuat aturan. Tidak perlu harus takut, jika memang perlu perlindungan, libatkan kepolisian. Gitu aja kok repot!” pungkas Subandi.

Penulis: Eka.

Views Count: 2

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1535493
Users Today : 1919
Total Users : 1535493
Views Today : 4705
Total views : 6992028
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com