InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Kinerja Perbankan Balikpapan Terjaga, Kredit Tumbuh 7 Persen tetapi DPK Turun

by Irwan Balikpapan
Jumat, 30 Oktober 2026, 22:20
in Balikpapan
Bagikan

Infobenua.com, BALIKPAPAN – Kinerja perbankan di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan tetap terjaga pada triwulan III 2026. Penyaluran kredit masih mencatatkan pertumbuhan positif, tetapi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 10,42 persen secara tahunan.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, dalam siaran pers pada Kamis (29/10/2026), menyampaikan bahwa penyaluran kredit perbankan di wilayah yang mencakup Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser mencapai Rp42,53 triliun.

Meski tumbuh positif, laju penyaluran kredit pada triwulan III 2026 melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kredit tercatat tumbuh 7 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II 2026 yang mencapai 17,66 persen.

Menurut Robi, intermediasi perbankan tetap berperan penting dalam mendukung aktivitas usaha, pertumbuhan ekonomi daerah, dan penyerapan tenaga kerja.

“Penguatan DPK perlu didorong untuk mendukung kredit tumbuh lebih tinggi, sehingga dapat memperkuat kontribusi perbankan terhadap perekonomian daerah,” ungkapnya.

BI menilai pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan peran perbankan dalam menopang aktivitas sektor riil, termasuk pengembangan usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan penciptaan lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi global.

Kredit Investasi Jadi Penopang

Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit perbankan terutama ditopang kredit investasi yang memiliki pangsa terbesar, yakni 39,88 persen dari total penyaluran kredit.

Robi menjelaskan bahwa kredit investasi tumbuh 7,86 persen secara tahunan. Pembiayaan ini antara lain mendukung investasi pada proyek konstruksi dan hilirisasi industri.

“Pertumbuhan kredit investasi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, mendorong penyerapan tenaga kerja, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah”, ujar nya.

Sementara itu, kredit konsumsi yang memiliki pangsa 35,60 persen tumbuh 6,43 persen secara tahunan. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,95 persen, sejalan dengan daya beli masyarakat yang tetap terjaga.

Adapun kredit modal kerja tumbuh 6,46 persen secara tahunan. Pembiayaan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional usaha, seperti pembelian bahan baku dan pengelolaan persediaan barang.

Secara keseluruhan, kredit untuk aktivitas usaha yang terdiri atas kredit investasi dan modal kerja mendominasi pembiayaan perbankan dengan pangsa 64,40 persen. Sementara itu, kredit konsumsi memiliki pangsa 35,60 persen.

Kredit Perdagangan dan Pertanian Menguat

Dari sisi lapangan usaha, penyaluran kredit perbankan terutama terkonsentrasi pada sektor konstruksi, perdagangan, dan pertanian.

Sektor konstruksi memiliki pangsa 18,40 persen dari total kredit, disusul sektor perdagangan sebesar 14,67 persen dan pertanian sebesar 11,12 persen.

Dominasi ketiga sektor tersebut sejalan dengan karakteristik perekonomian di wilayah kerja BI Balikpapan. Kota Balikpapan merupakan pusat perdagangan dan jasa, Kabupaten PPU berkaitan erat dengan pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), sedangkan Kabupaten Paser memiliki sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian.

Kredit sektor perdagangan tumbuh 12,62 persen secara tahunan, sedangkan kredit pertanian meningkat 4,67 persen. Keduanya mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Penguatan kredit perdagangan didukung kebutuhan pembiayaan persediaan barang untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, serta meningkatnya aktivitas meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).

Sementara itu, peningkatan kredit pertanian berkaitan dengan kebutuhan pembiayaan untuk mendukung kegiatan produksi dan pengembangan usaha, termasuk perkebunan.

Berbeda dengan kedua sektor tersebut, kredit konstruksi mengalami kontraksi sebesar 2,17 persen secara tahunan. Kondisi ini terutama dipengaruhi aktivitas pembangunan kawasan IKN yang masih terbatas.

Meski demikian, aktivitas pembangunan di kawasan tersebut diprakirakan semakin masif pada triwulan IV 2026.

Kredit UMKM Naik, NPL Turun

Penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menunjukkan perkembangan positif.

Pada triwulan III 2026, kredit UMKM tercatat sebesar Rp12,88 triliun, meningkat 0,34 persen secara tahunan. Capaian tersebut lebih baik dibandingkan triwulan II 2026, ketika kredit UMKM tercatat sebesar Rp12,79 triliun atau mengalami kontraksi 0,23 persen.

Pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan mencapai 30,28 persen. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 30,81 persen.

Selain penyaluran kredit yang meningkat, kualitas pembiayaan UMKM juga menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) UMKM menjadi 3,6 persen, dari sebelumnya 4,2 persen.

Perkembangan tersebut menjadi modal positif bagi perbankan untuk terus memperluas pembiayaan UMKM yang berperan penting dalam menopang perekonomian daerah.

Dana Pihak Ketiga Turun 10,42 Persen

Di tengah pertumbuhan kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di wilayah kerja BI Balikpapan justru mengalami penurunan.

Pada triwulan III 2026, DPK tercatat sebesar Rp44,58 triliun atau turun 10,42 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi triwulan II 2026 sebesar Rp49,52 triliun, yang saat itu masih tumbuh 4,15 persen secara tahunan.

Berdasarkan komposisinya, DPK didominasi tabungan dengan pangsa 54,44 persen, diikuti giro sebesar 27,88 persen dan deposito sebesar 17,69 persen.

Penurunan DPK di tengah pertumbuhan kredit turut tercermin dari kenaikan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) menjadi 95,39 persen pada triwulan III 2026, dibandingkan 83,82 persen pada triwulan sebelumnya.

Meski demikian, ketahanan perbankan tetap terjaga. Rasio NPL perbankan secara keseluruhan tercatat sebesar 2,34 persen, membaik dibandingkan triwulan II 2026 sebesar 2,57 persen. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas 5 persen.

Kondisi ini menunjukkan kualitas kredit perbankan masih terkendali di tengah dinamika penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan.

Ke depan, Robi mengatakan BI Balikpapan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan mitra strategis untuk mendorong intermediasi perbankan yang optimal, inklusif, dan berkualitas.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat pembiayaan sektor riil, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

BI juga melanjutkan penguatan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong peningkatan kredit dan pembiayaan ke sektor riil, dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

Views Count: 5

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1582041
Users Today : 1854
Total Users : 1582041
Views Today : 2640
Total views : 7087014
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com