Teks foto: Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan (foto: Sekretariat Kabinet)
Infobenua.com Samarinda-Proyek pengembangan kilang minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan resmi dioperasikan setelah diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Senin (12/1/2026). Dengan rampungnya proyek ini, Kilang Balikpapan kini tercatat sebagai kilang minyak terbesar di Indonesia.
Kapasitas pengolahan kilang di Balikpapan meningkat signifikan menjadi 360 ribu barel per hari. Angka tersebut melampaui kapasitas Kilang Cilacap yang selama ini terbesar di Tanah Air dengan produksi 348 ribu barel per hari.
Proyek RDMP Balikpapan dikelola oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Perusahaan ini merupakan anak usaha Pertamina, dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 99,997 persen oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebagai subholding bisnis kilang dan petrokimia PT Pertamina (Persero). Sisanya sebesar 0,003 persen dimiliki PT Pertamina Pedeve Indonesia.
PT KPB dibentuk khusus untuk menjalankan pengembangan RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe, sekaligus mengelola operasional kilang Refinery Unit V Balikpapan di Kalimantan Timur. Proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional dan menelan investasi sekitar US$ 7,2 miliar atau setara Rp108 triliun.
Secara fisik, proyek RDMP Balikpapan mencakup area seluas 80,64 hektare dan memperluas total kawasan kilang menjadi 313,64 hektare. Pengembangan tersebut meliputi lima unit revamping, 13 unit proses baru, serta 21 unit utilitas dan fasilitas penunjang.
Di sisi manajemen, PT Kilang Pertamina Internasional saat ini dipimpin oleh Direktur Utama Taufik Aditiyawarman. Jajaran direksi lainnya terdiri dari Joko Pranoto sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Kadek Ambara Jaya sebagai Direktur Proyek Infrastruktur, Didik Bahagia sebagai Direktur Operasi, Erwin Suryadi sebagai Direktur Optimasi Feedstock dan Produk, Fransetya Hasudungan Hutabarat sebagai Direktur Keuangan, Tenny Elfrida sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Penunjang Bisnis, serta Prayitno sebagai Direktur Manajemen Risiko.
Sementara itu, jajaran dewan komisaris PT KPI diisi oleh Ilham Salahudin, Imam Soejoedi, Agustina Murbaningsih, dan Setya Utama, dengan Prabunindya Revta Revolusi sebagai Komisaris Independen.
Rampungnya RDMP Balikpapan menandai tonggak penting penguatan industri kilang nasional, sekaligus memperbesar peran Kalimantan Timur sebagai pusat energi strategis Indonesia.
Penulis: Frida | Editor: Eka Mandiri









Users Today : 2572
Total Users : 1570037
Views Today : 4047
Total views : 7066543