Foto istimewa
Infobenua.com-Samarinda: Terletak di jantung Kota Balikpapan, Desa Wisata Kang Bejo menawarkan keunikan pemandangan kebun kangkung yang terhampar di kawasan perkotaan, tepatnya di Jl. Sumber Rejo II RT. 40, hanya 1,1 km dari pusat kota dan dapat dijangkau dalam waktu sekitar 20 menit.
Desa ini mengusung konsep wisata berbasis alam yang tidak hanya memanjakan mata tetapi juga memberikan edukasi. Para pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan dan belajar tentang pertanian serta pelestarian alam.
Sejak diresmikan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada tahun 2020, Desa Wisata Kang Bejo, yang namanya terinspirasi dari produk utama daerah ini, yaitu kangkung, telah mendapatkan perhatian lebih dari berbagai kalangan. Inisiatif ini didukung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Pariwisata Kaltim, menjadikannya sebagai destinasi yang ideal untuk masyarakat setempat.
Dengan adanya program Wifi Gratis dari Pemerintah Kota Balikpapan, masyarakat di Desa Kang Bejo kini dapat mengakses layanan internet yang mendukung pengembangan pariwisata di area tersebut. Berbagai kolaborasi dengan institusi seperti Dinas Pariwisata Kaltim dan Institut Teknologi Kalimantan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas desa wisata dan memberikan manfaat jangka panjang bagi penduduk setempat.
Daya tarik utama Desa Wisata Kang Bejo meliputi berbagai fasilitas menarik, termasuk spot foto yang Instagramable, area pertanian kangkung, hidroponik, pujasera, dan pertunjukan seni budaya seperti pencak silat dan tari tradisional. Beberapa spot foto yang bisa ditemukan di sini antara lain “I Love Kampung Kangkung,” “Kincir Angin PSHT,” dan berbagai instalasi seni lainnya yang menambah keindahan kawasan.
Diketahui, pertanian Kangkung dan Hidroponik
Sawah kangkung di desa ini dikelola oleh Ibu Tinah, generasi ketiga petani yang mengelola lahan seluas 1,07 hektare. Petak sawah ini disewakan kepada warga lokal dengan harga terjangkau, membantu perekonomian masyarakat setempat. Kelompok Tani “Bumi Subur” yang didirikan pada 2009 berfokus pada akses pupuk bersubsidi untuk meningkatkan hasil pertanian.
Selain itu, sistem hidroponik yang dikembangkan oleh pasangan Mas Gandhi dan Hesti juga menarik perhatian pengunjung. Mereka menawarkan tutorial tentang teknik budidaya hidroponik dan menjual produk mereka di pasar lokal serta supermarket.
Tidak hanya itu, pusat Jajanan Serba Ada (PUJASERA) di Kang Bejo adalah tempat yang sempurna untuk menikmati kuliner khas daerah. Buka dari pagi hingga sore, tempat ini menawarkan berbagai makanan tradisional dan modern dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp5.000. Hidangan seperti pecel kangkung, ayam bakar, dan berbagai camilan khas semakin memperkaya pengalaman wisatawan.
Desa Wisata Kang Bejo juga berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada pengunjung melalui berbagai pelatihan, termasuk teknik menanam kangkung, hidroponik, pembuatan tauge, serta kelas memasak. Pengunjung dapat belajar langsung dan bahkan membuat kerajinan tangan dari kain perca.
Dengan kombinasi keindahan alam, keramahtamahan warga, dan berbagai kuliner lezat, Desa Wisata Kang Bejo menjadi tempat yang wajib dikunjungi. Kunjungi dan rasakan pengalaman unik di tengah kesibukan Kota Balikpapan.
(Fdb/red/ADV Dispar Kaltim)


















Users Today : 2200
Total Users : 1315989
Views Today : 3566
Total views : 6426078