Infobenua.com.Samarinda: Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI telah menurunkan 14 tim pemantau yang akan disebar ke sejumlah daerah rawan di Indonesia sejak 20 hingga 29 November 2024.
Tim ini terdiri dari perwakilan kementerian, lembaga, TNI/Polri, dan Bawaslu, dengan tugas utama memastikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024 berlangsung dengan aman dan tertib
Asisten Deputi Kewaspadaan Nasional Kemenko Polkam RI, Brigjen TNI Guslin, menjelaskan bahwa pemantauan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, serta Menko Polkam, Budi Gunawan.
Guslin mengungkapkan, pemantauan ini akan difokuskan pada stabilitas politik dan keamanan di wilayah yang dianggap rawan gangguan pemilu, yang salah satunya adalah Kaltim.
“Kaltim terpilih sebagai salah satu daerah yang dipantau karena masuk dalam lima besar provinsi rawan gangguan pemilu berdasarkan indeks kerawanan yang dikeluarkan oleh Bawaslu dan Polri,” jelas Guslin pada rapat koordinasi pemantauan Pilkada 2024 di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat, 22 November 2024.
Sebagai bagian dari upaya pemantauan, tim yang disebar akan melakukan pengecekan kesiapan penyelenggaraan Pilkada dan keamanan di daerah.
Selain itu, mereka juga akan berkoordinasi dengan TNI/Polri mengenai situasi dan kondisi keamanan, serta memantau langsung Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran dan masalah.
Tim juga diminta untuk melaporkan perkembangan terkini serta bertindak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pemungutan suara pada 27 November 2024 berjalan lancar dan aman.
Guslin juga menekankan pentingnya netralitas ASN, TNI, dan Polri dalam Pilkada kali ini, serta menjaga stabilitas politik dan keamanan wilayah.
“Netralitas harus dijaga dan menjadi budaya serta kesadaran pribadi bagi setiap anggota ASN, TNI, dan Polri,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Kabid Poldagri) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim, Fatimah Waty, menegaskan bahwa persiapan Pilkada Serentak 2024 di Kaltim terus berjalan lancar meski beberapa potensi kerawanan masih perlu diwaspadai.
“Kami terus memantau potensi kerawanan di daerah terpencil dan terluar, seperti pengerahan massa oleh paslon, penyebaran hoaks, money politics, serta potensi ASN yang tidak netral,” katanya.
Fatimah menambahkan, pihaknya juga akan memantau potensi pemanfaatan ormas, tokoh agama, adat, dan masyarakat untuk mencari dukungan, serta kemungkinan adanya protes jika ada paslon yang tidak lolos.
“Pemantauan ini diharapkan dapat memastikan Pilkada serentak di Kaltim dan Indonesia secara umum berjalan dengan lancar, adil, dan aman bagi seluruh pemilih,” pungkasnya.
(ADV Diskominfo Kaltim)
Penulis Frida editor eka mandiri


















Users Today : 258
Total Users : 1351837
Views Today : 598
Total views : 6508795