Foto : Ternak Sapi
Infobenua.com. SAMARINDA-Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemrov Kaltim) melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) mengingatkan peternak untuk menyiapkan cadangan pakan dan air minum sebagai langkah menghadapi potensi kemarau berkepanjangan.
Kepala DPKH Kaltim, Arief Murdiyatno, mengatakan kesiapan tersebut diperlukan untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak ruminansia, seperti sapi, kambing, dan domba. Menurutnya, kemarau dapat mengganggu ketersediaan dua kebutuhan utama ternak, yakni pakan dan air.
“Kekeringan menyebabkan produksi pakan hijauan segar menurun drastis. Rumput di padang penggembalaan menjadi lebih kering, berserat tinggi dan kandungan nutrisinya rendah,” ujar Arief.
Penurunan kualitas hijauan terjadi ketika rumput di lahan penggembalaan maupun sumber pakan lainnya mulai mengering. Kondisi tersebut membuat kandungan nutrisi pakan berkurang sehingga kebutuhan ternak tidak selalu dapat terpenuhi.
Selain pakan, debit air pada sejumlah sumber seperti sumur, sungai, dan embung juga berpotensi menurun apabila kemarau berlangsung panjang. Situasi ini dapat menyulitkan peternak memenuhi kebutuhan air minum ternak secara rutin.
Arief menjelaskan, keterbatasan pakan berkualitas dan air dapat berdampak terhadap kondisi fisik ternak. Jika tidak segera diantisipasi, ternak berisiko mengalami penurunan bobot badan, produksi susu menurun, stres, hingga gangguan kesehatan.
Untuk itu, DPKH Kaltim mendorong peternak mulai menyiapkan cadangan pakan sebelum ketersediaan hijauan segar semakin terbatas. Cadangan tersebut dapat berupa silase, hay, maupun pakan fermentasi.
Peternak juga dapat memanfaatkan limbah hasil pertanian sebagai pakan alternatif dengan tetap memperhatikan keamanan serta kebutuhan nutrisi ternak. Sementara untuk jangka panjang, penanaman jenis hijauan yang lebih mampu beradaptasi terhadap kondisi kering perlu dipertimbangkan.
Di sisi lain, kebutuhan air dapat diantisipasi dengan menyiapkan sarana penampungan, seperti tandon, embung, dan kolam penampungan. Sarana tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air selama periode kemarau.
“Pemantauan terhadap kondisi fisik ternak serta ketersediaan pakan dan air juga perlu dilakukan secara rutin. Dengan begitu, apabila terjadi penurunan kondisi ternak, dapat segera ditangani,” jelas Arief.
Ia berharap langkah mitigasi yang dilakukan sejak awal dapat membantu peternak mengurangi dampak perubahan cuaca sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan di Kalimantan Timur.
“Yang paling penting adalah kesiapan peternak. Dengan melakukan mitigasi sejak awal, kita dapat menjaga kesehatan dan produktivitas ternak meskipun kondisi cuaca semakin tidak menentu,” pungkasnya.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi


















Users Today : 650
Total Users : 1473097
Views Today : 1450
Total views : 6865113