InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Kemampuan Anggaran Menurun, Viktor Yuan: Pemkot Harus Lebih Cermat Pilih Program

by Eka Mandiri
Senin, 5 Oktober 2026, 20:12
in Advertorial, DPRD SAMARINDA, Samarinda
Bagikan

Teks foto: Anggota DPRD Samarinda Viktor Yuan menyampaikan pandangannya soal penyusutan kemampuan anggaran daerah saat reses di Sempaja, Samarinda, Senin (5/10/2026).

 

Infobenua.com, Samarinda— Kemampuan anggaran Pemerintah Kota Samarinda menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Anggota DPRD Kota Samarinda Viktor Yuan menyebut APBD yang sebelumnya berada di kisaran Rp5,8 triliun kini jauh lebih kecil sehingga pemerintah harus memperketat pilihan program pembangunan.

Viktor menyampaikan hal itu saat reses masa persidangan III 2026 di Sempaja, Samarinda, Senin (5/10/2026). Di hadapan peserta reses yang didominasi kalangan pemuda, ia mengatakan penurunan kemampuan anggaran membuat pemerintah tidak bisa lagi menjalankan seluruh program dengan pola yang sama seperti ketika APBD masih mencapai Rp5,8 triliun.

“Kemarin kita punya APBD sekitar Rp5,8 triliun. Sekarang sisanya Rp3,3, Rp3,4 triliun. Nanti terkoreksilah dengan data di pemerintah kota,” kata Viktor.

Angka tersebut berbeda dengan postur APBD Perubahan 2026 yang telah disepakati Pemkot dan DPRD Samarinda. Dalam rapat paripurna pada 30 September 2026, total APBD-P ditetapkan sebesar Rp3,756 triliun, turun sekitar Rp213,15 miliar dari APBD sebelum perubahan sebesar Rp3,969 triliun.

Viktor mengatakan penurunan kemampuan fiskal berkaitan dengan kondisi transfer ke daerah.

Karena itu, pemerintah harus memilah program berdasarkan tingkat kebutuhan agar anggaran yang tersedia tidak habis untuk kegiatan yang kurang mendesak.

“Dengan ketimpangan atau selisih yang jauh inilah kemudian pemerintah kota harus betul-betul cermat dalam melaksanakan program-program. Mana yang harus diprioritaskan, mana yang bisa untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang,” ujarnya.

Kondisi tersebut juga berdampak pada aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui reses dan Musrenbang.

Banyak usulan warga dapat masuk sebagai pokok-pokok pikiran DPRD, tetapi tidak semuanya bisa direalisasikan karena harus menyesuaikan kemampuan APBD.

“Dari 10 atau 20 program aspirasi yang kita jadikan program usulan dalam bentuk pokok-pokok pikiran, lalu terkendala dengan keuangan yang tersedia,” sebut Viktor.

Dalam APBD-P 2026, pendapatan daerah diproyeksikan sekitar Rp3,680 triliun. Angka tersebut terdiri dari PAD sekitar Rp1,345 triliun, pendapatan transfer Rp2,318 triliun dan pendapatan lain-lain yang sah sekitar Rp16,61 miliar.

Viktor meminta masyarakat memahami kondisi tersebut sekaligus ikut menjaga aktivitas ekonomi daerah. Menurut dia, keterbatasan fiskal pemerintah perlu diimbangi dengan peran masyarakat dalam menggerakkan perekonomian dan menjaga stabilitas harga.

“Kita harus melihat peluang-peluang yang ada supaya kita bisa membantu Kota Samarinda, menjaga stabilitas ekonomi, menjaga inflasi dan sebagainya sehingga perekonomian kita tetap berjalan dengan baik,” demikian Viktor.

Penulis : Frida |Editor: Eka Mandiri

Views Count: 0

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1519034
Users Today : 68
Total Users : 1519034
Views Today : 81
Total views : 6956208
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com