Caption foto: Tangkapan layar dari video yang dibagikan di Grup Whatsapp Pers Basarnas. Tampak sejumlah perahu milik warga membantu menolong korban.
Infobenua.com Samarinda-Sebanyak 52 penumpang dan anak buah kapal (ABK) KM Dahliya F3 dipastikan selamat setelah kapal motor tersebut tenggelam di Sungai Mahakam, wilayah Ulak Besar, Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (12/2) sore.
Peristiwa itu diduga dipicu arus sungai yang deras dan kelebihan muatan saat kapal tengah berlayar menuju Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Maslihuddin, menjelaskan kapal bertolak dari Dermaga Sungai Kunjang, Samarinda, sekitar pukul 07.00 Wita dengan tujuan Long Bagun.
Namun pada pukul 16.15 Wita, saat melintasi perairan Ulak Besar, kapal tidak mampu menahan beban di tengah arus kuat dan akhirnya tenggelam.
“Seluruh penumpang dan ABK dalam kondisi selamat,” ujar Maslihuddin di Samarinda.
Selain mengangkut penumpang, kapal tersebut membawa sekitar 40 ton barang kebutuhan pokok, termasuk beras, gula, minyak goreng, serta tujuh unit sepeda motor.
Kerugian materi ditaksir mencapai Rp1,4 miliar, meliputi badan kapal, mesin, muatan sembako, dan kendaraan roda dua yang ikut tenggelam.
Data lapangan menunjukkan adanya selisih jumlah penumpang dari manifes. Komandan Kapal Polisi KP XII-2011, Aipda Albert Deman B, mengungkapkan bahwa berdasarkan manifes tercatat 42 orang, terdiri atas 30 dewasa, 6 anak-anak, 1 nakhoda, dan 6 ABK.
Namun hasil pengecekan di lokasi menemukan 52 orang berada di atas kapal saat kejadian.
“Dari manifes tercatat 36 penumpang, tetapi di kapal terdapat 42 orang, berarti ada tambahan enam orang. Untuk ABK dan nakhoda, semula tercatat tujuh orang, namun faktanya menjadi sepuluh orang,” jelas Albert.
Seluruh korban telah dievakuasi dan sementara ditampung di rumah Camat Muara Kaman. Nakhoda kapal kini diamankan di Polsek Muara Kaman untuk dimintai keterangan lebih lanjut, sementara proses penyelidikan terus berjalan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim mengaku langsung berkoordinasi dengan KSOP Samarinda, Polairud, Dinas Perhubungan Kutai Kartanegara, serta pihak terkait lainnya begitu menerima laporan kejadian.
Warga sekitar lokasi juga turut membantu proses penyelamatan menggunakan perahu tradisional.
Penulis: Frida | Editor: Eka Mandiri










Users Today : 1230
Total Users : 1572430
Views Today : 1862
Total views : 7070488