Foto Wagub Hadi Mulyadi
INFOBENUA.COM.SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyayangkan minimnya penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) oleh perusahaan tambang batu bara di Kaltim untuk daerah domisili usahanya.
Dirinya mengungkap, adanya sebuah perusahaan PKP2B yang justru menyalurkan dana CSR kepada sejumlah universitas yang ada di pulau Jawa. Sementara, aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan PKP2B tersebut dilakukan di bumi Kalimantan Timur.
“Sebuah perusahaan di Kaltim justru memberikan CSR ke UI sebesar Rp 50 miliar, kenapa tidak diberikan ke Kaltim? Inikan pertanyaan yang menggelitik. Masyarakat bertanya, kenapa diberikan ke sana. Kita tidak iri, tapi misalkan di sana diberi, masa di sini tidak. Rp 50 miliar diberikan ke UI, tapi kita tidak dapat fasilitas itu. Kita bertanya, berapa juta batu bara yang mereka ambil di sini, kenapa tidak diberikan bantuan ke Kaltim? Bukan menyalahkan, tapi ini dalam rangka keadilan,” ujar Wakil Gubernur Hadi Mulyadi Jumat kemarin.
Informasi mengalirnya dana CSR ke tiga universitas di luar Kaltim tersebut diterima Hadi Mulyadi dari Rektor Universitas Mulawarman yang langsung menghubungi untuk mengkonfirmasi terkait penyaluran CSR tersebut.
“Yang jelas, saya dapat kiriman dari Rektor Unmul. Karena Rektor pasti bertanya-tanya, kenapa tidak di Kaltim,” sebutnya.
Saat ditanya mengenai nama perusahaan yang disinggung itu adalah “PT BY”, Wagub Hadi Mulyadi walaupun enggan memastikan, namun dirinya menyebut bahwa banyak pemberitaan terkait perusahaan tersebut.
“Kalau berdasarkan media, iya itu benar. Sebenarnya ini hanya satu kasus. Karena kita sudah pelajari semua, hampir semua perusahaan PKP2B tidak serius memberikan CSR kepada Kaltim. Tapi ini yang nyata, di depan mata. Mudahan ada titik temu untuk mengkoreksi semua,” katanya.
Dana CSR yang diberikan kepada universitas di luar Kaltim tersebut nilainya mencapai Rp 200 miliar. Masing-masing diberikan kepada ITB sebesar Rp 100 miliar, Rp 50 miliar untuk UGM dan Rp 50 miliar untuk UI.
“Unmul mana? Kog tidak ada? Wajar saya sebagai masyarakat Kaltim menyuarakan itu dan wajar kita pertanyakan,” katanya.
Wagub Hadi Mulyadi mengatakan, akibat penyaluran CSR yang tidak tepat tersebut, akhirnya memunculkan kekecewaan masyarakat Kaltim.
“Yang kecewa bukan saya, tapi masyarakat Kaltim. Harusnya ada perhatian lebih serius ke Kaltim. Syukurnya Kaltim masih sabar, karena bisa saja ini didemo,” tandasnya.
Penulis : Han (Advetorial Diskominfo Kaltim)



















Users Today : 645
Total Users : 1273592
Views Today : 2025
Total views : 6298386