Teks Foto:Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso
Infobenua.com.Samarinda–Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Samarinda mencapai 747,33 hektare hingga 22 Oktober 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 309 kejadian kebakaran yang tersebar di 10 kecamatan dan 36 kelurahan.
Besarnya dampak kebakaran membuat Pemerintah Kota Samarinda memperpanjang status tanggap darurat selama 28 hari, terhitung sejak 21 Oktober hingga 16 November 2026.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan potensi kebakaran yang masih mengancam serta prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, mengatakan hujan diperkirakan mulai turun pada pertengahan November. Namun, kondisi tersebut belum dapat dijadikan jaminan seluruh titik kebakaran akan segera padam karena intensitas hujan pada awal musim penghujan belum tentu tinggi dan merata.
“Perpanjangan ini mempertimbangkan prakiraan BMKG. Kami berharap hujan segera turun, tetapi penanganan tetap harus berjalan selama potensi kebakaran masih ada,” kata Suwarso (26/10/2026).
Data BPBD memperlihatkan Kecamatan Sambutan menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran terbanyak, yakni 111 kasus. Posisi berikutnya ditempati Palaran dengan 88 kejadian dan Samarinda Utara sebanyak 49 kejadian. Sementara itu, Samarinda Ulu mencatat 29 kejadian, Sungai Kunjang dan Sungai Pinang masing-masing 10 kejadian, Loa Janan Ilir delapan kejadian, Samarinda Seberang dua kejadian, serta Samarinda Kota dan Samarinda Ilir masing-masing satu kejadian.
Pada skala kelurahan, Pulau Atas menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, mencapai 57 kejadian. Bantuas menyusul dengan 33 kejadian dan Makroman sebanyak 32 kejadian. Adapun Lempake, Rawa Makmur, dan Bukit Pinang masing-masing mencatat 17 kejadian.
Besarnya jumlah titik kebakaran membuat petugas tidak hanya berfokus pada pemadaman kobaran api. Pemeriksaan ulang di lokasi terdampak juga diperlukan untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang dapat memicu kebakaran kembali.
Suwarso menjelaskan, api yang terlihat padam belum tentu menandakan kondisi lokasi telah sepenuhnya aman. Karena itu, personel masih harus melakukan pemantauan lanjutan, bahkan bertahan hingga pagi di sejumlah titik untuk mengantisipasi munculnya api susulan.
“Petugas tidak cukup hanya memadamkan api yang terlihat. Kami juga harus memastikan titik yang sudah ditangani tidak menyala kembali,” ujarnya.
Ia mengakui, penanganan karhutla yang berulang menguras tenaga personel. Meski demikian, petugas tetap disiagakan mengingat kebakaran berpotensi meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Walaupun petugas sudah bekerja berjam-jam, penanganan tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Prinsip kami, pantang tugas tak tuntas,” kata Suwarso.
Penanganan di lapangan melibatkan BPBD, petugas pemadam kebakaran, relawan, serta sejumlah instansi pendukung. Mobilisasi personel dan pelaksanaan pemadaman membutuhkan dukungan operasional agar penanganan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Untuk mendukung operasi tersebut, BPBD telah mengajukan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp3,8 miliar selama masa tanggap darurat. Namun, angka itu masih berupa pengajuan kebutuhan dan belum menggambarkan jumlah belanja yang telah direalisasikan.
Suwarso menyebutkan, data realisasi anggaran perlu diperiksa kembali sebelum disampaikan kepada publik.
“Untuk realisasi penggunaan anggaran, saya perlu mengecek kembali datanya supaya angka yang disampaikan akurat dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Selama status tanggap darurat berlaku hingga 16 November mendatang, BPBD akan melanjutkan pemantauan terhadap perkembangan titik kebakaran dan kondisi cuaca. Penanganan juga tetap dilakukan pada lokasi yang berisiko kembali terbakar, sembari menunggu hujan yang diharapkan dapat membantu menekan penyebaran karhutla.
“Kami tetap berupaya menangani setiap laporan dan memastikan lokasi yang sudah dipadamkan dalam kondisi aman,” tuturnya.
penulis Frida editor redaksi








Users Today : 1415
Total Users : 1568880
Views Today : 1864
Total views : 7064359