InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Karhutla Kaltim Menurun pada Oktober 2026, Luas Lahan Terbakar Tercatat 1.223 Hektare

by Hery Kuswoyo
Senin, 19 Oktober 2026, 19:52
in Kaltim
Kebakaran lahan gambut

Kebakaran lahan gambut

Bagikan

Infobenua.com, Samarinda — Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Oktober 2026 menurun menjadi sekitar 1.223 hektare, dibandingkan dengan Agustus dan September yang masing-masing mencatat luasan kebakaran rata-rata 3.000 hingga 4.000 hektare. Penurunan tersebut sejalan dengan mulai masuknya musim hujan di sejumlah wilayah.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano, mengatakan perubahan kondisi cuaca sesuai dengan perkiraan sebelumnya mengenai awal musim penghujan pada akhir Oktober.

“Ini sesuai dengan prediksi kita bahwa pada akhir Oktober mulai memasuki musim penghujan,” ujarnya saat menjadi pembicara terkait Sampai Kapan Kaltim di Bawah Bayangan Karhutla, Senin (19/10/2026).

Meski luasan kebakaran mulai berkurang, ancaman kabut asap dan penurunan kualitas udara masih menjadi perhatian. Tresna menyebutkan, sejumlah daerah, termasuk Kutai Barat dan Samarinda, masih mengalami kualitas udara yang tergolong tidak sehat.

BPBD Kaltim mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas dan membatasi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak.

“Kami mengharapkan masyarakat dapat menggunakan masker sebagai langkah pencegahan dan menghindari aktivitas di luar rumah atau kantor karena kondisi udara kita masih kurang sehat,” katanya.

Tresna menjelaskan, hujan diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca, termasuk turunnya hujan, dapat mendukung pengurangan asap yang terperangkap di atmosfer.

Di tengah penurunan luasan kebakaran, Kabupaten Paser masih menjadi salah satu wilayah dengan kejadian karhutla tertinggi. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di Penajam Paser Utara (PPU), termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Samarinda.

Sebaliknya, Kabupaten Berau mencatat penurunan kejadian karhutla yang cukup signifikan seiring dengan masuknya musim hujan di daerah tersebut. Menurut Tresna, sebagian besar kebakaran yang terjadi merupakan kebakaran lahan. Luas wilayah terdampak dan banyaknya titik api menjadi tantangan bagi petugas dalam melakukan penanganan di lapangan.

Angin kencang turut mempercepat penyebaran api, sedangkan keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju lokasi kebakaran menghambat upaya pemadaman. Kendala tersebut semakin berat ketika api menjalar ke lahan gambut atau kawasan dengan vegetasi tinggi.

Dalam kondisi tersebut, petugas harus mengerahkan upaya tambahan untuk mencapai titik kebakaran dan memastikan api benar-benar padam agar tidak kembali menyala.

Tresna menegaskan, BPBD Kaltim bersama unsur terkait terus berupaya menangani karhutla meskipun menghadapi berbagai hambatan di lapangan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. (*)

Views Count: 5

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1546604
Users Today : 1874
Total Users : 1546604
Views Today : 4615
Total views : 7017054
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com