InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Karhutla di Sungai Kapih Belum Terkendali, Api Sempat Lima Meter dari Rumah Warga

by Eka Mandiri
Minggu, 1 November 2026, 16:25
in Berita, Samarinda
Bagikan

Teks Foto: Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Sungai Kapih, Samarinda, melalui jalur darat.

Infobenua.com, SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Tatako, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Samarinda, terus meluas. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 50 hektare, sementara kobaran api dilaporkan sempat berada sekitar lima meter dari permukiman warga.

Besarnya area kebakaran dan sulitnya menjangkau sejumlah titik api membuat proses pemadaman melalui jalur darat menghadapi kendala. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda pun meminta dukungan pemerintah pusat untuk mengerahkan bantuan pemadaman melalui udara.

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, mengatakan pengerahan personel dan armada pemadam telah dilakukan secara maksimal. Namun, upaya tersebut belum mampu menjangkau seluruh wilayah yang terbakar.

Kondisi medan, vegetasi yang mengering, serta terbatasnya sumber air menjadi sejumlah hambatan dalam proses penanganan karhutla.

Menurut Suwarso, petugas harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan pasokan air. Akibatnya, kendaraan pemadam perlu berulang kali meninggalkan lokasi kebakaran untuk mengisi air sebelum kembali melakukan penyemprotan.

Ia menjelaskan, penanganan kebakaran sebelumnya berlangsung sejak siang hingga sekitar pukul 03.00 Wita. Setelah situasi sempat terkendali, laporan muncul kembali pada sekitar pukul 08.00 Wita.

Api kemudian kembali membesar dan merambat ke kawasan lahan di sekitarnya.

Suwarso menyebutkan, kebakaran pada kejadian sebelumnya menghanguskan sekitar 18 hektare lahan. Sementara perluasan api pada Sabtu (31/10/2026) diperkirakan telah menjangkau sekitar 50 hektare.

Kondisi lahan yang dipenuhi semak belukar, rerumputan, serta pepohonan kering turut mempercepat penyebaran api, sehingga penanganan membutuhkan dukungan tambahan.

Dampak kebakaran juga mulai mengancam keselamatan warga dan petugas di lapangan. Kobaran api sempat mendekati rumah penduduk dengan jarak hanya sekitar lima meter.

Selain ancaman terhadap permukiman, sejumlah petugas dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap tebal ketika melakukan pemadaman. Mereka harus mendapatkan penanganan setelah mengalami sesak napas.

Suwarso menilai pemadaman melalui udara menjadi salah satu kebutuhan mendesak untuk membantu menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditangani dari darat.

Ia berharap kondisi karhutla di Sungai Kapih mendapat perhatian pemerintah pusat sehingga dukungan tambahan, khususnya armada pemadaman udara, dapat segera diberikan.

Menurutnya, keterbatasan jangkauan pemadaman darat menjadi pertimbangan penting agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih efektif dan mencegah api semakin mendekati kawasan permukiman.

BPBD Samarinda hingga kini masih berupaya mengendalikan kebakaran bersama petugas gabungan. Upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah perluasan titik api ke wilayah lainnya.(Ainun//red)

Views Count: 2

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1587188
Users Today : 2454
Total Users : 1587188
Views Today : 3440
Total views : 7094832
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com