Samarinda, Infobenua — Anggota DPRD Kaltim Mimi Merimai BR Pane melakukan serap aspirasi masyarakat atau reses di Kecamatan Balikpapan Tengah, tempatnya di Kelurahan Karang Jati dan Kelurahan Mekar Sari, belum lama ini.
Dari hasil jaring aspirasi itu banyak persoalan yang dikeluhan warga di kedua kelurahan tersebut. Mulai dari sarana dan prasarana pendidikan, pemenuhan air bersih, infrastruktur jalan dan drainase, hingga kurangnya lapangan olahraga.
Ia menjelaskan, seperti yang dikeluhkan warga RT 02, Karang Jati yang meminta dibangunkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) karena apabila dilihat dari jumlah penduduk dinilai layak untuk membangun sekolah.
“Disamping SMP hanya satu di Kecamatan Balikpapan Tengah, kesulitannya pada saat penerimaan siswa baru yang menggunakan sistem zonasi sekolah karena tidak sedikit siswa yang tidak terakomodir. Ini perlu solusi, kalau sekolah dasar sudah ada hanya SMP belum ada,” bebernya.
Bahkan untuk lokasi, warga mengusulkan agar menggunakan eks Puskesmas Karang Jati. Selain karena tidak lagi berfungsi , wilayah tersebut juga memiliki luasan lahan kurang lebih satu hektar lebih sehingga layak untuk dibangun SMP.
Masalah air bersih juga menjadi keluhan, pasalnya pipa air PDAM sebagai sarana distribusi air kepada rumah-rumah warga belum masimal. Hal ini nampak karena dua meteran air PDAM mengakomodir 40 rumah, padahal idealnya satu rumah satu meteran air.
“Soal tempat ibadah, seperti masjid atapnya perlu diperbaiki tidak hanya itu jalan di sekitar lingkungan masjid juga perlu perhatian karena jalan tersebut juga digunakan warga untuk menuju ke SDN 009 Karang Jati,”imbuhnya.
Politikus PPP itu menambahkan persoalan hampir serupa juga diluhkan warga di RT 29 Kelurahan Mekar Sari yang mengaku banyak mendapat kendala selama kebijakan belajar mengajar dilakukan secara daring.
Pembelajaran daring sendiri diterapkan guna mengendalikan penyebaran covid-19 kendati demikian di sisi lain proses belajar mengajar dengan cara ini juga menimbulkan masalah lain karena tidak semua orangtua siswa mampu memenuhi fasilitas penunjang seperti smartphone dan kouta internet.
“Tidak semua orangtua mampu membelikan smartphone dan kuota internet, terlebih dimasa pandemi seperti sekarang jangankan untuk membeli barang-barang elektronik, untuk memenuhi kebutuhan makan saja harus berfikir keras. Khawatirnya pembelajaran menjadi terhambat dan berpengaruh terhadap siswa,” katanya.
Selain itu infrastruktur jalan, lanjut dia juga masih menjadi masalah sebab kondisi jalan yang menghubungkan enam RT kondisinya rusak dan berlubang sehingga diminta perbaikan jalan dengan panjang empat ratus meter tersebut.
Drainase di RT 01 – RT 03 sudah tidak layak karena ukurannya kecil, apabila hujan dengan intensitas cukup tinggi maka tidak mampu lagi menampung air yang meluap sampai ke jalan. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab banjir.
“Sarana dan prasarana tempat olahraga juga menjadi keluhan warga khususnya kalangan pemuda. Belajar daring membuat anak lebih banyak waktu libur, menjaga imun juga penting salah satunya dengan berolahraga kalau ada lapangan sepak bola bisa dimanfaatkan untuk senam, joging, berjemur dan lainnya,” harapnya.
Atas berbagai persoalan yang menjadi keluhan masyarakat tersebut pihaknya meminta kepada pemerintah daerah khususnya untuk memberikan perhatian karena kalau dibiarkan akan berpengaruh besar selain terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia generasi penerus juga pembiaran terhadap penderitaan warga. *
— Reporter: Kka
— Editor: Ru



















Users Today : 566
Total Users : 1337468
Views Today : 1225
Total views : 6476937