Foto : Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar
Infobenua.com, Samarinda — Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, aktivitas penukaran uang pecahan baru di Kota Samarinda mulai meningkat. Fenomena ini biasanya terjadi setiap tahun seiring kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai untuk berbagai keperluan Lebaran.
Melihat kondisi tersebut, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menukar uang. Warga disarankan memanfaatkan layanan penukaran yang disediakan lembaga perbankan resmi guna menghindari risiko menerima uang palsu.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan bahwa penukaran uang melalui bank merupakan pilihan paling aman karena prosesnya berada dalam pengawasan resmi dan keaslian uang lebih terjamin.
“Kami mengimbau masyarakat agar menukarkan uang di bank-bank resmi, baik bank milik pemerintah maupun swasta yang ada di Kota Samarinda. Jika menukar di bank, keaslian uang tentu lebih terjamin,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah lembaga perbankan telah menyediakan layanan penukaran uang bagi masyarakat. Di antaranya seperti Bank Indonesia, Bank Kaltimtara, Bank Mandiri, maupun Bank Rakyat Indonesia.
Ia menjelaskan, proses penukaran uang di lembaga resmi dilakukan dengan sistem yang jelas sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai keaslian uang yang diterima.
Di sisi lain, Hendri juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap layanan penukaran uang yang kerap bermunculan di pinggir jalan menjelang Lebaran. Praktik tersebut dinilai memiliki potensi risiko, termasuk kemungkinan beredarnya uang palsu.
“Memang kita sering melihat jasa penukaran uang di pinggir jalan. Namun masyarakat harus tetap berhati-hati karena ada kemungkinan dalam satu bundel uang terdapat uang yang tidak asli,” jelasnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memilih tempat penukaran uang yang jelas dan terpercaya agar masyarakat tidak mengalami kerugian.
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, kepolisian juga akan terus melakukan pemantauan guna mencegah peredaran uang palsu di wilayah Samarinda, terutama pada periode menjelang Lebaran ketika kebutuhan uang tunai meningkat.
Hendri menilai kewaspadaan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menekan potensi peredaran uang palsu di tengah masyarakat.
“Kami mengingatkan masyarakat agar menggunakan layanan bank resmi yang legal dan jelas keberadaannya. Dengan begitu, potensi peredaran uang palsu dapat diminimalkan,” pungkasnya.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi


















Users Today : 1796
Total Users : 1331845
Views Today : 3832
Total views : 6459584