Infobenua.com.Samarinda – Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) tak lagi dipandang sekadar ajang adu prestasi. Di Kalimantan Timur (Kaltim), momentum ini berubah menjadi gerakan kebangkitan olahraga berbasis komunitas dan tradisi.
Usai meraih peringkat keempat nasional pada Fornas VIII di Nusa Tenggara Barat, Kaltim kini membidik visi yang lebih luas menuju Fornas IX di Palu, Sulawesi Tengah, tahun 2027.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim bersama Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) menggeser fokus dari sekadar medali ke pembangunan ekosistem olahraga masyarakat yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.
“Olahraga masyarakat bukan sekadar persiapan lomba. Ia adalah bagian dari cara hidup. Kami ingin menjadikannya budaya, bukan hanya program,” ujar Sulaiman, Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim sekaligus Sekretaris KORMI Kaltim.
Kaltim melihat minimnya pembinaan nasional di sebagian besar cabang olahraga Fornas justru sebagai peluang membangun dari akar. Banyak olahraga tradisional dan komunitas lokal memiliki potensi besar berkembang jika diberi dukungan pembinaan yang tepat.
Saat ini, dari 68 induk organisasi olahraga masyarakat (inorga) yang terdaftar, hanya 58 yang aktif, dan 44 di antaranya berkesempatan tampil di Fornas NTB.
“Ini berarti kita masih punya ruang pengembangan yang sangat besar. Pembinaan dasarnya harus diperkuat, bukan sekadar mengejar hasil akhir,” tegas Sulaiman.
Dispora Kaltim telah menyiapkan program jangka panjang yang memposisikan olahraga masyarakat sebagai instrumen pembangunan sosial. Program ini mencakup pelestarian budaya, peningkatan kebugaran, hingga penguatan komunitas, terutama di wilayah pelosok.
Bagi pegiat olahraga di Kaltim, kemenangan bukan sekadar naik podium, tetapi menjaga tradisi, membentuk karakter, dan menjadi agen gaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“Spirit-nya bukan kompetisi, tapi partisipasi dan kebersamaan,” lanjutnya.
Fornas IX nantinya diharapkan menjadi panggung pembuktian bahwa olahraga masyarakat bisa menjadi kekuatan sosial yang menyatukan berbagai lapisan warga.
Dispora Kaltim juga mendorong dukungan penuh dari pemerintah kabupaten/kota untuk menghidupkan olahraga masyarakat di setiap daerah.
Menurut Sulaiman, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan agar gerakan ini berakar kuat.
“Kemenangan paling besar bukanlah podium tertinggi. Tapi ketika olahraga menjadi budaya yang tumbuh di setiap sudut kampung, setiap lapangan terbuka, dan setiap komunitas yang bergerak,” tutupnya.(adv/red/frida)







Users Today : 190
Total Users : 1521291
Views Today : 425
Total views : 6961773