Infobenua.com, Berlin — Pemerintah Jerman menyiapkan sistem perlindungan nasional untuk menghadapi ancaman drone, serangan siber, dan bentuk sabotase lainnya setelah sejumlah insiden yang menargetkan infrastruktur penting negara tersebut.
Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt mengatakan pada Minggu (6/9) bahwa pemerintah tengah menyusun sistem pertahanan menyeluruh sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman hibrida.
Dobrindt mengatakan kepada Bild am Sonntag bahwa serangan hibrida Rusia kini menjadi ancaman yang dapat terjadi setiap hari.
“Serangan-serangan ini akan semakin meningkat, tetapi kita dapat mempertahankan diri dan melindungi diri kita.”
Pernyataan tersebut disampaikan setelah beberapa drone kecil menargetkan Bandara Leipzig-Halle pada 4 Agustus. Salah satu drone dilaporkan mengenai pesawat yang sedang berada di area parkir, sementara drone lainnya diduga menghantam pesawat kargo yang tengah mendekati bandara.
Badan intelijen Jerman menuduh Rusia berada di balik insiden tersebut. Moskow membantah keterlibatan dalam serangan itu.
Menurut laporan Bild, Kementerian Dalam Negeri Jerman berencana memperluas unit pertahanan anti-drone bergerak milik kepolisian federal. Pemerintah akan meningkatkan kemampuan pengerahan kendaraan dan helikopter untuk melindungi wilayah udara di sekitar kota-kota strategis, termasuk Frankfurt, München, dan Berlin.
Sistem tersebut disebut tidak hanya dirancang untuk menjatuhkan atau mengganggu drone, tetapi juga menangani perangkat peledak yang mungkin dibawa oleh drone.
Pemerintah Jerman juga berencana mengubah aturan hukum sehingga operator infrastruktur penting, termasuk perusahaan penyedia air dan listrik serta industri pertahanan, dapat mendeteksi dan menghadapi upaya sabotase yang menggunakan drone.
Langkah tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Berlin dan Moskow.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Minggu kembali membantah tuduhan keterlibatan Rusia dalam insiden Leipzig. Ia menilai tuduhan Jerman merupakan indikasi meningkatnya risiko konflik langsung.
“Semua pernyataan Merz tentang menjadikan Jerman kembali sebagai kekuatan militer utama di Eropa sedang diwujudkan dalam praktik. Pada dasarnya, ia sedang menyatakan perang terhadap kami,” kata Lavrov kepada saluran televisi pemerintah Rusia, Vesti.
Lavrov juga mengkritik rencana Kanselir Jerman Friedrich Merz untuk memperkuat kemampuan militer negaranya sebagai respons terhadap ancaman hibrida. Ia turut menyoroti keputusan Berlin menutup pusat kebudayaan Russian House di Berlin dan konsulat Rusia di Bonn.
Selain pertahanan drone, pemerintah Jerman dilaporkan menyiapkan perisai siber nasional untuk mendeteksi dan menggagalkan serangan peretasan.
Rencana tersebut disusun ketika lembaga pemerintah, infrastruktur penting, dan perusahaan di Jerman menghadapi ratusan serangan siber setiap hari. Sebagian serangan diduga berkaitan dengan Rusia, negara lain, maupun kelompok kriminal.
Pemerintah juga berencana memperluas penggunaan kecerdasan buatan, teknologi pengenalan wajah biometrik, dan kamera pengawasan, terutama di pusat transportasi. Teknologi tersebut akan digunakan untuk membantu mengidentifikasi orang yang dicurigai sebelum serangan terjadi.
Ancaman drone terhadap Jerman juga telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kepala Kantor Polisi Kriminal Federal Jerman (BKA), Holger Münch, mengatakan kepada Bild pada Desember lalu bahwa lebih dari 1.000 aktivitas penerbangan drone mencurigakan tercatat sepanjang tahun sebelumnya.
Sebagian besar aktivitas tersebut terjadi di sekitar fasilitas militer, bandara, pelabuhan, dan perusahaan pertahanan. Otoritas Jerman umumnya mengklasifikasikannya sebagai aktivitas pengintaian atau intimidasi, bukan serangan langsung.
Bandara Leipzig-Halle sebelumnya juga pernah menjadi lokasi dugaan sabotase. Pada Juli 2024, sebuah paket yang diduga dikirim oleh pihak yang memiliki keterkaitan dengan Rusia dan berisi bahan pembakar terbakar di pusat logistik DHL di bandara tersebut.
Fasilitas kargo itu juga digunakan oleh militer Ukraina dan NATO untuk mengangkut senjata melalui jalur udara sebagai bagian dari dukungan terhadap Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia. (*)




















Users Today : 897
Total Users : 1468729
Views Today : 2472
Total views : 6855125