InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Iran Ajukan Sejumlah Syarat kepada AS Sebelum Membuka Kembali Selat Hormuz

by Hery Kuswoyo
Selasa, 11 Agustus 2026, 19:33
in Internasional
Kapal-kapal kargo melintas di perairan dekat Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran strategis dunia, terlihat dari garis pantai berbatu Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, pada 1 Mei 2026. Foto: Fatima Shbair/AP Photo/picture alliance.

Kapal-kapal kargo melintas di perairan dekat Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran strategis dunia, terlihat dari garis pantai berbatu Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, pada 1 Mei 2026. Foto: Fatima Shbair/AP Photo/picture alliance.

Bagikan

Infobenua.com, Teheran – Iran menyatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial sebelum Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan yang diajukan Teheran. Persyaratan tersebut mencakup penghentian blokade terhadap pelabuhan Iran, pencabutan sanksi ekonomi, pembebasan aset yang dibekukan, serta pembayaran kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut sepenuhnya bergantung pada pemenuhan tuntutan tersebut oleh Washington.

“Pihak AS harus menghentikan dan memperbaiki tindakannya yang ilegal dan merusak,” kata Baghaei.

Ia menambahkan bahwa pembicaraan antara Iran dan Oman mengenai pengaturan pelayaran di Selat Hormuz pada Senin (10/8) berlangsung positif. Menurutnya, kedua pihak telah mencapai kesepakatan mengenai jalur pelayaran, meski sejumlah persoalan teknis masih dibahas.

“Kami telah mencapai kesepakatan mengenai peta jalur pelayaran,” kata Baghaei.

Ia menjelaskan pembahasan juga mencakup aspek “navigasi yang aman, perlindungan lingkungan, layanan maritim dan pemberantasan kejahatan”.

Sebelumnya, Iran menyatakan berencana mengenakan biaya kepada kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Gagasan tersebut selama ini ditolak Amerika Serikat, yang menentang pemberlakuan biaya akses terhadap salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Menurut Reuters, sebagian besar tuntutan Iran sejalan dengan rancangan kesepakatan damai awal yang ditandatangani pada Juni, namun implementasinya kemudian gagal terlaksana.

Selat Hormuz secara efektif masih tertutup sejak pecahnya perang. Sebelum konflik, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur tersebut. Iran menegaskan pembukaan kembali selat tetap bergantung pada penghentian sanksi dan ancaman militer Amerika Serikat serta pembayaran ganti rugi atas dampak perang.

Pernyataan Teheran langsung mendapat tanggapan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam keterangannya di Gedung Putih pada Senin (10/8), Trump menyatakan Washington juga akan mengajukan tuntutan kompensasi kepada Iran dalam setiap proses perundingan damai.

“Kami akan meminta uang untuk kerusakan yang mereka timbulkan selama periode 50 tahun,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Ia mengatakan kompensasi tersebut mencakup korban sipil dalam demonstrasi serta personel militer Amerika Serikat yang tewas di kawasan Timur Tengah.

“Jika ada kerusakan yang harus dibayar, saya pikir Iran harus membayar kerusakan tersebut,” ujar Trump.

Dalam unggahan di media sosial, Trump juga menyatakan Iran harus bertanggung jawab atas “kerusakan dan kematian” yang terjadi di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza. Ia mengatakan tuntutan tersebut akan dimasukkan ke dalam agenda perundingan dengan Teheran.

Trump juga meminta kompensasi bagi keluarga 17 pelaut Amerika Serikat yang tewas dalam serangan terhadap kapal perang USS Cole pada 2000. Namun, Reuters mencatat serangan tersebut selama ini dikaitkan dengan kelompok al-Qaeda, bukan Iran.

Saling mengajukan tuntutan kompensasi diperkirakan akan semakin mempersulit proses negosiasi mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Pasar energi merespons perkembangan tersebut dengan kenaikan harga minyak mentah sekitar lima persen pada penutupan perdagangan Senin setelah pernyataan Trump mengurangi optimisme terhadap tercapainya kesepakatan.

Di tengah proses diplomasi, Washington dan Teheran juga menyampaikan pernyataan berbeda mengenai kondisi aktual di Selat Hormuz.

Trump mengatakan jalur pelayaran itu telah dibersihkan dari ranjau dan kini kembali aman untuk lalu lintas kapal komersial.

“Ada sedikit kerumitan karena mereka [Iran] terkadang menjatuhkan ranjau, dan kami menemukan ranjau tersebut. Kami telah membersihkan seluruh selat dari ranjau,” kata Trump.

Ia juga menyatakan Amerika Serikat memiliki “100 persen” kendali atas jalur tersebut.

Senada dengan itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Iran memasang sejumlah besar ranjau pada awal perang. Menurutnya, Washington kini tengah menyiapkan mekanisme keamanan pelayaran, termasuk operasi pembersihan ranjau dan komitmen Iran untuk tidak menyerang kapal-kapal komersial.

Namun, Reuters melaporkan Selat Hormuz pada praktiknya masih tetap tertutup sejak konflik dimulai. Iran sebelumnya menegaskan pembukaan kembali jalur tersebut hanya dapat dilakukan setelah tercapai kesepakatan dengan Amerika Serikat beserta sekutunya.

Di sisi lain, Washington terus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran melalui kebijakan Operation Economic Fury.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyebut langkah tersebut sebagai “padanan finansial” dari kampanye pengeboman, termasuk ancaman sanksi terhadap negara-negara yang membeli minyak Iran maupun bertransaksi dengan sistem perbankan Iran.

Departemen Keuangan AS melaporkan ekspor minyak Iran turun dari sekitar 1,8 juta barel per hari sebelum perang menjadi kurang dari 500.000 barel per hari dalam sebulan terakhir. Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi Iran mengalami kontraksi sebesar 5,4 persen, sedangkan pemerintah Iran mencatat inflasi tahunan mencapai 88,6 persen.

Peneliti senior Columbia University, Richard Nephew, menilai tekanan ekonomi Washington belum disertai sasaran yang jelas.

“Tekanan ekonomi mungkin menjadi bagian dari strateginya, tetapi dia belum menjelaskan tujuannya,” kata Nephew.

Pandangan serupa disampaikan mantan Wakil Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, Juan Zarate. Menurutnya, sanksi dan blokade memang memberikan tekanan finansial terhadap Iran, tetapi hasilnya tidak dapat diperoleh dalam waktu singkat.

“Pertanyaan utamanya adalah seberapa jauh Amerika Serikat bersedia mempersempit perdagangan minyak Iran dan mengancam negara ketiga dengan sanksi berat,” kata Zarate.

Perkembangan tersebut berlangsung ketika Trump menghadapi tekanan politik di dalam negeri untuk mengakhiri konflik. Kenaikan harga bahan bakar juga menjadi isu sensitif menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada November mendatang.(*)

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
Polri Pastikan Pengelolaan Rutan Bareskrim Berjalan Sesuai Prosedur

Polri Pastikan Pengelolaan Rutan Bareskrim Berjalan Sesuai Prosedur

Rabu, 12 Agustus 2026, 18:38
Rakor Perencanaan dan Penganggaran Polda Kaltim, Kapolda Berikan Penghargaan Kepada Satker Berprestasi

Rakor Perencanaan dan Penganggaran Polda Kaltim, Kapolda Berikan Penghargaan Kepada Satker Berprestasi

Rabu, 12 Agustus 2026, 18:15
Polresta Balikpapan Musnahkan 1,09 Kg Sabu, Cegah Penyalahgunaan terhadap 10.970 Jiwa

Polresta Balikpapan Musnahkan 1,09 Kg Sabu, Cegah Penyalahgunaan terhadap 10.970 Jiwa

Rabu, 12 Agustus 2026, 18:04
Penuhi Hak Warga Binaan Rutan Kelas IIB Tanjung Pura Laksanakan Pembagian Pakaian Bagi Warga Binaan

Penuhi Hak Warga Binaan Rutan Kelas IIB Tanjung Pura Laksanakan Pembagian Pakaian Bagi Warga Binaan

Rabu, 12 Agustus 2026, 17:12

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1419892
Users Today : 1001
Total Users : 1419892
Views Today : 1556
Total views : 6732781
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com