InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Helm Kerap Raib di Area Parkir, Dugaan Penadahan Jadi Sorotan

by Eka Mandiri
Senin, 26 Januari 2026, 21:45
in Berita, Hukum dan Kriminal, Samarinda
Bagikan

Ket. foto: Kawasan Simpang Jalan A.M. Sangaji–Perniagaan, Samarinda, yang dikenal sebagai pusat transaksi helm bekas.

Infobenua.com Samarinda — Kasus pencurian helm di sejumlah area parkir di Kota Samarinda kian menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan.

Fenomena yang selama ini kerap dianggap sebagai tindak kriminal ringan tersebut kini dinilai mengarah pada persoalan yang lebih terstruktur dan sistematis.

Maraknya laporan kehilangan helm dengan pola yang berulang memunculkan dugaan kuat adanya jaringan penadahan yang beroperasi secara berkesinambungan. Helm hasil curian diduga dapat dengan mudah dikonversi menjadi uang tunai, terutama di kawasan yang berdekatan dengan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Perhatian publik kembali tertuju pada kawasan Simpang Jalan A.M. Sangaji–Perniagaan, tepatnya di sekitar Pasar Segiri. Sorotan tersebut menguat setelah beredarnya sebuah rekaman video di media sosial yang menampilkan seorang terduga pelaku pencurian helm.

Dalam video tersebut, pelaku secara terang menyebutkan lokasi penjualan helm yang diduga berasal dari hasil curian.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan helm bekas di kawasan tersebut masih berlangsung secara terbuka. Sejumlah lapak tetap melayani transaksi jual beli, meskipun asal-usul helm yang diperjualbelikan tidak selalu dapat dipastikan secara jelas.

Seorang pedagang helm bekas yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dirinya kerap membeli helm dari penjual perorangan. Ia menyatakan bahwa penilaian transaksi lebih difokuskan pada kondisi fisik barang.

“Helm yang mengalami kerusakan berat atau kaca pelindungnya pecah umumnya tidak saya terima, karena sulit untuk dijual kembali,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Keberadaan pasar helm bekas tanpa mekanisme verifikasi dinilai berpotensi menjadi celah yang memicu berulangnya aksi pencurian.

Meski nilai kerugian korban relatif tidak besar, dampaknya terhadap rasa aman dan ketertiban sosial dinilai signifikan.
Pemerintah Kota Samarinda menyatakan telah mencermati perkembangan tersebut.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyampaikan bahwa berbagai laporan serta keluhan warga terkait pencurian helm telah menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa penanganan persoalan ini memerlukan sinergi lintas sektor, khususnya antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

“Kami menerima dan mencatat aspirasi masyarakat terkait maraknya pencurian helm. Namun di sisi lain, masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan ketika memarkir kendaraan. Pemerintah akan melakukan koordinasi lanjutan dengan aparat keamanan dan kepolisian,” ujar Saefuddin.

Terkait kemungkinan pengaturan atau pengetatan aktivitas perdagangan helm bekas, Saefuddin menyebutkan bahwa hingga saat ini belum terdapat kebijakan khusus yang diberlakukan.

Menurutnya, langkah tersebut masih membutuhkan kajian yang lebih mendalam.

“Apabila ke depan diperlukan imbauan atau kebijakan tertentu, hal tersebut tentu akan dikaji secara komprehensif. Wali Kota juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Saefuddin juga menyampaikan peringatan tegas kepada para pelaku pencurian helm. Ia menilai bahwa risiko yang dihadapi pelaku jauh lebih besar dibandingkan nilai ekonomi barang yang diambil.

“Jangan sampai hanya karena helm bernilai ratusan ribu rupiah, keselamatan jiwa justru dipertaruhkan. Tindakan main hakim sendiri di lapangan berpotensi menimbulkan dampak yang sangat fatal,” tegasnya.

Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri

Views Count: 3

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1570600
Users Today : 3135
Total Users : 1570600
Views Today : 5081
Total views : 7067576
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com