Infobenua.com, BALIKPAPAN – Pekan Budaya Borneo 2026 memasuki hari ketiga sekaligus mencapai puncak penutupan pada Minggu (8/11/2026). Beragam pertunjukan seni dan budaya memeriahkan rangkaian festival yang digelar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai dari Kalimantan Culture Carnival hingga pemberian penghargaan kepada para pelestari budaya.
Salah satu agenda utama pada hari ketiga adalah Kalimantan Culture Carnival yang dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WITA. Karnaval tersebut diprakarsai Asosiasi Karnaval Indonesia Kota Balikpapan bekerja sama dengan Kopaskal Kota Balikpapan.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta perseorangan maupun kelompok untuk menampilkan kreativitas melalui busana, musik, koreografi, properti, hingga berbagai bentuk seni pertunjukan yang mencerminkan kekayaan budaya Kalimantan dan Nusantara.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Lestari, mengatakan karnaval tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan tradisi kepada masyarakat melalui pendekatan kreatif.
“Melalui karnaval ini, masyarakat diajak menyaksikan bagaimana tradisi dapat terus berkembang melalui kreativitas tanpa kehilangan nilai dan identitas budayanya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi masyarakat untuk mengenal dan mengapresiasi keberagaman budaya,” ujar Lestari.
Memasuki malam puncak penutupan, Pekan Budaya Borneo 2026 juga menghadirkan agenda penting berupa penyerahan penghargaan kepada para pelestari budaya.
Menurut Lestari, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi individu yang selama ini berperan menjaga keberlanjutan pengetahuan, keterampilan, serta praktik budaya di tengah masyarakat.
“Apresiasi ini sekaligus menegaskan bahwa para penjaga tradisi memiliki peran penting dalam ekosistem pelestarian kebudayaan. Sebab, keberlangsungan budaya tidak hanya bergantung pada karya seni, tetapi juga pada orang-orang yang menguasai, mempraktikkan, dan mewariskan pengetahuan tradisional kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Rangkaian acara penutupan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WITA di Taman Bekapai, Balikpapan. Sejumlah pertunjukan seni akan ditampilkan, di antaranya Tari Eksotika Borneo, Tari Kawasaran, Madihin, teater, musik Sapeq, serta Petala Borneo.
Dari Festival Menuju Ekosistem Pewarisan Budaya
Pekan Budaya Borneo 2026 dibangun berdasarkan empat gagasan utama, yakni mengenali, menghubungkan, mewariskan, dan menumbuhkan. Keempat gagasan tersebut menegaskan bahwa kebudayaan merupakan pengetahuan hidup yang membutuhkan ruang pembelajaran, dukungan komunitas, serta keterlibatan generasi penerus.
Melalui kegiatan ini, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV berupaya mempertemukan generasi muda dengan para penjaga tradisi, membuka akses masyarakat terhadap kebudayaan, sekaligus membangun jejaring pelestarian yang berkelanjutan.
Lestari berharap Pekan Budaya Borneo tidak berhenti sebagai festival atau agenda seremonial semata. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan program pelestarian kebudayaan yang lebih partisipatif, terdokumentasi, dan berorientasi pada keberlanjutan pengetahuan tradisi.
“Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, semangat pelestarian budaya diharapkan terus tumbuh melalui keterlibatan masyarakat, komunitas, seniman, maestro, dan generasi muda,” pungkasnya.
BORNEO MENYAPA, NUSANTARA BERSUA!
Penulis: Irwanto Sianturi








Users Today : 2275
Total Users : 1612801
Views Today : 3837
Total views : 7137710