Kalimantan Timur – Memasuki hari keempat kegiatan penyuluhan, Tim Penyuluh TNI Pasis Sesko TNI Dikreg LVI TA 2026 melaksanakan peninjauan langsung terhadap lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dibawah Korem 091/Asn Kodam VI/Mulawarman, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penyuluhan dan edukasi pencegahan Karhutla yang dilaksanakan para Pasis Sesko TNI sebagai upaya meningkatkan kesadaran serta peran aktif masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Dalam peninjauan tersebut, tim melihat secara langsung kondisi lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran, sekaligus mengamati kondisi lingkungan dan potensi yang dapat memicu kembali terjadinya kebakaran. Tim juga berinteraksi dengan masyarakat serta pemerintah desa maupun kecamatan di wilayah setempat untuk menggali potensi, kondisi lahan dan permasalahan yang timbul akibat Karhutla yang dihadapi di lapangan.
Peninjauan lapangan dipandang penting karena pencegahan Karhutla tidak cukup hanya melalui penyampaian materi, tetapi perlu disertai pemahaman terhadap kondisi nyata di wilayah yang memiliki potensi maupun pernah terdampak kebakaran.
Selain melakukan observasi, Tim Penyuluh TNI memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, menjaga lingkungan sekitar, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi maupun titik api yang timbul.
Salah seorang masyarakat setempat, yang tidak berkenan disebutkan namanya, berterima kasih dan mengapresiasi kehadiran Tim Penyuluh TNI yang turun langsung ke lapangan.
“Kami merasa terbantu dengan adanya penyuluhan ini dan masyarakat juga merasakan dampak positifnya dimana peran warga sangat penting dalam penanggulangan karhutla sekaligus peninjauan langsung seperti ini. Kami jadi lebih paham bahwa kalau ada api kecil harus segera dilaporkan dan ditangani, jangan sampai menjadi kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, tidak hanya aparat, tetapi juga pemerintah daerah, pemangku kepentingan dan masyarakat.
Melalui kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan secara langsung di lapangan, Tim Penyuluh TNI Pasis Sesko TNI Dikreg LVI TA 2026 berupaya membangun kesadaran kolektif bahwa mencegah Karhutla harus dimulai sebelum api muncul, dengan menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan dan membangun kepedulian bersama.
TNI hadir bukan hanya saat api membesar, tetapi juga untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat mencegahnya sejak dini.
Sumber: Pendam VI/Mlw.| Irwanto



















Users Today : 310
Total Users : 1462278
Views Today : 938
Total views : 6840325