InfoBenua.Com.SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, menggelar Rembug Stunting di Ruang Meranti Kantor Bupati.
Plt Kepala DPPKB Kutim Ronny Bonar Hamonangan Siburian, menyebut dalam Rembug berbagai saran disampaikan dalam penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Kutim ini.
Dalam rangka konvergensi percepatan penurunan angka dan pencegahan stunting disetiap desa yang ada di Kutim yang termasuk dalam kategori wilayah stunting.
“Maka perlu dilakukan koordinasi dengan melaksanakan rembug stunting terkait penyusunan perencanaan program dan kegiatan yang terfokus menurunkan angka stunting,” ujarnya.
Terkhususnya pada desa-desa lokus stunting di Kabupaten Kutai Timur. Selain itu juga kana membahas terkait berapa anggaran masing-masing perangkat daerah terkait untuk mengatasi stunting.
Maka dengan anggaran tersebut, sudah seberapa banyak angka stunting yang turun atau sudah seberapa banyak anak stunting yang terbantu.
Satgas penurunan stunting yang ditempatkan di Kutim, akan mengambil data di semua perangkat daerah terkait penurunan stunting.
“Rembug stunting sebaiknya dilakukan sebelum Musrenbang, agar perangkat daerah bisa memasukkan anggaran untuk mengatasi stunting,” pungkasnya.
Rembug itu, dihadiri dari perangkat daerah (PD) terkait, TP PKK, Forkopimda, Rorum CSR, DWP, IBI, IDI, Camat Sangatta Utara, Camat Sangatta Selatan, PT KPC, PT PAMA Persada Nusantara Sangatta dan secara zoom diikuti Dinkes Propvinsi Kaltim, Camat se Kutim, Kades/Lurah se Kutim, KPM se Kutim, TPP Kecamatan se Kutim, TPS Desa se Kutim dan seluruh TPK se Kutim.
Penulis Rai l Editor Ekanika


















Users Today : 725
Total Users : 1368334
Views Today : 3273
Total views : 6616927