Infobenua.com.Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menghadapi fase krusial dalam pembangunan infrastruktur dasar. Di tengah keterbatasan anggaran tahun berjalan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar melalui Bidang Bina Marga memilih untuk mengedepankan strategi selektif, memfokuskan sumber daya pada proyek-proyek yang dinilai paling mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, mengatakan bahwa efisiensi anggaran tahun ini menjadi tantangan besar bagi percepatan pembangunan jalan dan jembatan. Meski sejumlah paket pekerjaan harus ditunda, pihaknya tetap memastikan ruas-ruas utama yang menunjang mobilitas warga dan akses layanan publik tetap mendapat prioritas.
“Kami tidak ingin pekerjaan berhenti di tengah jalan. Maka kami dahulukan yang benar-benar strategis, seperti jalan penghubung antar-kecamatan dan akses menuju sekolah maupun fasilitas umum,” ujar Linda, beberapa waktu lalu.
Ia mencontohkan, jalan menuju SMA 3 Unggulan di Tenggarong menjadi salah satu proyek yang didorong untuk segera direalisasikan karena kondisinya rawan longsor. Jalur tersebut penting bukan hanya bagi pelajar, tetapi juga sebagai akses logistik warga sekitar.
“Kerusakan di jalur itu sudah cukup parah, separuh badan jalan sempat tergerus tanah. Jadi penanganannya kita masukkan dalam prioritas utama,” jelasnya.
Namun, Linda tak menutup mata bahwa sejumlah proyek lain terpaksa harus menunggu. Di antaranya, dua paket jalan di Samboja dan satu di Loa Kulu yang belum bisa dilelang akibat keterbatasan fiskal daerah. Meski begitu, Dinas PU tetap berupaya agar pekerjaan yang sudah berkontrak bisa diselesaikan tanpa mengorbankan kualitas.
“Prinsip kami sederhana: lebih baik menyelesaikan sedikit tapi tuntas, daripada banyak tapi terbengkalai. Kualitas pekerjaan tetap jadi tolok ukur utama,” tegas Linda.
Selain tekanan anggaran, kendala lain yang muncul adalah lambatnya pencairan dana dari proses administrasi, yang berdampak pada progres lapangan. Beberapa kontraktor terpaksa menunda pekerjaan karena keterbatasan modal untuk membeli material seperti aspal dan beton. Linda mengakui, keterlambatan ini sempat menahan laju pembangunan pada Juli lalu.
“Kalau dibanding tahun sebelumnya, pencairan kali ini memang agak lambat. Ada rekanan yang harus menunggu hingga tiga minggu. Tapi sekarang sudah mulai teratasi, dan pekerjaan kembali berjalan normal,” ujarnya.
Meski demikian, Linda menilai bahwa efisiensi bukan sepenuhnya hal negatif. Menurutnya, kondisi ini justru mendorong jajaran teknis untuk lebih disiplin dalam menyusun perencanaan dan menentukan skala prioritas pembangunan. Setiap paket pekerjaan kini harus melalui penilaian berbasis data kebutuhan dan dampak sosial ekonomi.
“Kita belajar untuk lebih selektif. Tidak semua jalan rusak harus langsung diperbaiki bersamaan. Kami pertimbangkan intensitas kendaraan, peran jalan terhadap perekonomian lokal, dan risikonya terhadap keselamatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengawasan mutu pekerjaan menjadi perhatian serius pihaknya. Dinas PU kini rutin melakukan monitoring dan evaluasi lapangan untuk memastikan standar teknis pembangunan terpenuhi. Setiap progres pekerjaan, baik pengaspalan, pembangunan turap, maupun jembatan, dipantau secara digital agar pelaksanaannya bisa transparan dan akuntabel.
Linda menegaskan bahwa pendekatan pembangunan yang digunakan Pemkab Kukar saat ini lebih menekankan manfaat langsung dan keberlanjutan.
“Pembangunan bukan sekadar angka capaian fisik. Kami ingin memastikan setiap kilometer jalan yang dibangun betul-betul memberi dampak bagi masyarakat,” katanya.
Hingga akhir Agustus 2025, progres rata-rata pembangunan infrastruktur di bawah Dinas PU Kukar tercatat mencapai sekitar 70 persen, dengan beberapa kecamatan bahkan sudah melebihi target. Pemerintah optimistis semua proyek yang telah berjalan bisa rampung sebelum akhir tahun, asalkan tidak ada hambatan cuaca ekstrem dan gangguan pasokan material.
penulis Lisa editor Eka mandiri


















Users Today : 2016
Total Users : 1315805
Views Today : 3224
Total views : 6425736