Teks foto: Wakil Direktur Penunjang RSUD AWS, Mazniati
Infobenua.com Samarinda —RSUD AW Sjahranie Samarinda buka suara soal keluhan pelayanan medis terhadap bayi 3 bulan yang mengalami komplikasi pada tangan usai pemasangan infus.
Pihak rumah sakit menegaskan penanganan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Wakil Direktur Penunjang RSUD AWS, Mazniati, membantah adanya dugaan malapraktik maupun keterlibatan tenaga magang dalam tindakan medis tersebut.
“Tenaga magang sudah tidak ada sejak tiga bulan lalu hingga akhir tahun ini. Semua tindakan dilakukan tenaga profesional dan sesuai prosedur,” kata Mazniati saat ditemui di RSUD AWS, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, bayi tersebut mengalami komplikasi serius pada bagian tangan dan telah menjalani operasi cangkok kulit untuk memperbaiki jaringan yang terdampak.
“Operasi dilakukan untuk memperbaiki pertumbuhan jaringan menggunakan kulit yang sehat. Ini bagian dari upaya pemulihan pasien,” ujarnya.
Mazniati menyebut kondisi bayi kini berangsur membaik dan operasi berjalan lancar. Namun, ia mengakui setiap tindakan medis tetap memiliki risiko.
“Semua tindakan medis ada risikonya, mulai dari alergi obat hingga komplikasi lain. Tapi sejauh ini kondisinya terus membaik,” jelasnya.
Kasus ini menjadi sorotan karena mengingatkan publik pada kejadian serupa pada 2024, di mana bayi 6 bulan asal Muara Badak meninggal dunia diduga akibat kegagalan proses infus di rumah sakit yang sama.
Menanggapi hal itu, pihak RSUD AWS mengklaim terus melakukan audit internal dan evaluasi layanan, terutama pada penanganan pasien anak.
Mazniati memastikan seluruh tenaga medis, termasuk sembilan dokter spesialis anak, telah memiliki Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Tanda Registrasi (STR).
“Semua tenaga kesehatan kami profesional dan memiliki kompetensi sesuai standar,” pungkasnya.
Penulis: Frida |Editor: Eka Mandiri



















Users Today : 270
Total Users : 1262459
Views Today : 771
Total views : 6264747