Infobenua.com-Samarinda : Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengembangkan program wisata buah dengan konsep sporturism, yang memadukan olahraga dengan kegiatan berkebun.
Inisiatif ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menciptakan ruang terbuka hijau yang tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga mendukung keberagaman aktivitas yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala Seksi Pengelolaan Stadion Utama Dispora Kaltim, Yudi Haryanto, menjelaskan bahwa inisiatif ini telah dimulai pada tahun 2021 dan terus berkembang. Ia mengatakan, konsep sporturism bertujuan menciptakan ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berolahraga sekaligus menikmati hasil kebun buah yang ditanam di sekitar kawasan tersebut.
“Program wisata buah ini sangat baik untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebugaran dan keberlanjutan lingkungan. Setelah berolahraga, pengunjung bisa langsung memetik buah segar, seperti jeruk, mangga, jambu, dan durian,” ujar Yudi Haryanto, Sabtu (9/11/2024).
Meskipun beberapa pohon masih dalam tahap pertumbuhan, Dispora Kaltim berharap bahwa dalam waktu dekat hasil panen dapat dinikmati oleh pengunjung dan dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Yudi menambahkan bahwa area ini dirancang sebagai ruang terbuka hijau, tidak hanya sebagai tempat parkir atau gedung, melainkan juga sebagai lahan untuk bertanam buah yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan, wisata buah ini juga dapat dinikmati dengan biaya masuk yang sangat terjangkau. Tarif masuk untuk anak-anak hanya Rp 2.000 dan dewasa Rp 3.000, sementara parkir untuk sepeda motor dan mobil tidak dipungut biaya.
“Dengan harga yang terjangkau, masyarakat dapat menikmati udara segar sambil berolahraga dan berinteraksi langsung dengan alam,” ungkapnya.
Dispora Kaltim berharap, dengan adanya program wisata buah ini, masyarakat tidak hanya dapat meningkatkan kualitas hidup melalui aktivitas fisik, tetapi juga dapat menikmati pengalaman berwisata yang lebih ramah lingkungan.
Program ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih mengenal manfaat berkebun sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam.
“Dengan terus mengembangkan program ini, kami berharap dapat menciptakan alternatif kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat sekaligus mendukung konsep ekowisata di Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Penulis Faradiba | Editor Eka Mandiri



















Users Today : 818
Total Users : 1317098
Views Today : 1315
Total views : 6427958