Foto: Plt Disperindag Kukar Sayid Fathullah
INFOBENUA.COM, KUKAR – Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar), Sayid Fathullah menegaskan tidak ada praktik jual-beli lapak pedagang pada proyek Pasar Tangga Arung yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian. Hal itu disampaikan langsung oleh
Menurutnya, seluruh pedagang yang akan menempati lapak di pasar tersebut sudah terdata secara resmi. Proses pendataan dilakukan sejak awal melalui kesepakatan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dengan tim gabungan yang juga melibatkan pihak kepolisian.
“Data pedagang sudah jelas dan resmi tercatat melalui aplikasi. Total ada 703 pedagang yang terdaftar, dan jumlah ini sudah klop. Jadi tidak ada ruang untuk praktik jual-beli lapak,” tegas Fathullah, Rabu (3/9/2025).
Ia menambahkan, sistem pendataan berbasis aplikasi ini memang dirancang untuk menghindari potensi kecurangan, termasuk praktik jual-beli maupun penggandaan data pedagang. Dengan begitu, siapa yang berhak menempati lapak sudah ditentukan sejak awal.
Fathullah menilai, isu jual-beli lapak yang beredar belakangan ini hanyalah hembusan dari pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana. “Itu tidak benar. Kalau ada yang meragukan, silakan datang langsung ke Disperindag untuk melihat data yang ada,” ujarnya.
Keberadaan Pasar Tangga Arung disebut sangat penting, mengingat pasar tersebut akan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat Tenggarong. Karena itu, segala bentuk spekulasi yang tidak berdasar dinilai hanya akan mengganggu jalannya persiapan menuju operasional.
Disperindag Kukar juga memastikan, proses penataan pedagang akan dilakukan sebaik mungkin agar pasar benar-benar nyaman dan terkelola dengan rapi. Lapak akan dibagi sesuai kategori dagangan, sehingga masyarakat bisa lebih mudah berbelanja.
Selain sebagai pusat perdagangan, pasar baru ini juga diproyeksikan menjadi ruang interaksi sosial modern, yang dipadukan dengan ruang terbuka hijau serta fasilitas umum lainnya.
Dengan konsep tersebut, Pasar Tangga Arung diharapkan tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga ikon baru kota Tenggarong.
“Intinya, pedagang sudah terdata, lapak sudah disiapkan, dan tidak ada jual-beli. Masyarakat tidak perlu khawatir, semua proses ini kita lakukan secara transparan,” pungkas Fathullah. (Adv/red/farit)


















Users Today : 510
Total Users : 1287313
Views Today : 1189
Total views : 6335605