Foto : Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronni Bonar
Infobenua.com, KUTIM – Rekaman kamera pengawas dapat membantu penelusuran berbagai kejadian di lingkungan masyarakat, termasuk ketika terjadi kasus orang hilang.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) merencanakan penambahan sekitar 10 titik CCTV melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper).
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronni Bonar, menjelaskan CCTV yang dikelola instansinya memiliki fungsi berbeda dengan perangkat milik Dinas Perhubungan (Dishub). Jikao CCTV Dishub digunakan untuk memantau lalu lintas, kamera pengawas Diskominfo diarahkan untuk membantu mengamati aktivitas sosial masyarakat.
“Sebenarnya CCTV itu tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi sosial, beda kan dengan CCTV yang ada di Dishub, Dishub kan lalu lintas, kalau kita hanya mengingat kegiatan sosial-sosial aja,” ujar Ronni, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, keberadaan CCTV dapat memberikan informasi tambahan ketika suatu peristiwa membutuhkan penelusuran. Rekaman yang tersedia bisa membantu mengidentifikasi situasi di lapangan dan mendukung pencarian informasi terkait kejadian yang dilaporkan.
Ronni mencontohkan pengalaman penanganan kasus anak hilang yang terbantu dengan keberadaan kamera pengawas. Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran manfaat CCTV di luar kepentingan pemantauan lalu lintas.
“Waktu kejadian anak hilang itu sangat terbantu kan dengan itu,” ungkapnya.
Selain menyiapkan rencana penambahan perangkat, Diskominfo Staper Kutim juga menjalin koordinasi dengan kepolisian. Kerja sama ini diarahkan untuk menyelaraskan kebutuhan pemanfaatan CCTV agar informasi dari sistem pengawasan dapat mendukung penanganan berbagai kejadian.
“Dan ini kita lagi bekerja sama dengan kepolisian untuk apa namanya, mencoba untuk mensinkronkan dengan apa yang pihak kepolisian inginkan,” kata Ronni.
Rencana penambahan sekitar 10 titik tersebut diharapkan memperluas jangkauan pemantauan aktivitas sosial di Kutim. Penempatan perangkat dan pemanfaatannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar teknologi tersebut dapat mendukung koordinasi antarlembaga secara optimal.(adv/Kutim)
Penulis : Faradita | Editor: Redaksi








Users Today : 2107
Total Users : 1550940
Views Today : 5242
Total views : 7030498