InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Disdikbud Kutim Dorong Jemput Bola Anak Putus Sekolah

by Eka Mandiri
Senin, 26 Oktober 2026, 12:03
in Berita, Diskominfo Kutim, Kutim
Bagikan

Foto : Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto

Infobenua.com, KUTIM – Anak yang berhenti sekolah perlu mendapat pendampingan agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong lembaga pendidikan nonformal melakukan pendekatan jemput bola untuk mengetahui kondisi anak sekaligus menawarkan jalur belajar yang sesuai.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, mengatakan sosialisasi telah diberikan kepada lembaga pendidikan nonformal agar penanganan anak putus sekolah tidak berhenti pada pendataan.

Menurut Heri, langkah awal yang perlu dilakukan ialah mencari tahu penyebab anak tidak lagi mengikuti pendidikan formal. Dari informasi tersebut, lembaga dapat mengetahui apakah anak masih ingin bersekolah dan bentuk fasilitasi yang dapat diberikan.

“Kalau memang masih mau bersekolah bisa difasilitasi dengan melanjutkan sekolah paket di PKBM atau SKB,” ujar Heri, Senin (26/10/26).

Pendidikan kesetaraan menyediakan tiga pilihan jenjang, yakni Paket A setara sekolah dasar, Paket B setara sekolah menengah pertama, dan Paket C setara sekolah menengah atas. Layanan ini dapat diakses melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) maupun Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Jalur tersebut memberi kesempatan kepada warga yang tidak menuntaskan sekolah formal untuk kembali mengikuti proses pembelajaran. Karena itu, pendekatan langsung diperlukan agar anak yang membutuhkan layanan pendidikan dapat mengetahui pilihan yang tersedia.

Selain sosialisasi, Disdikbud Kutim juga melakukan pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang menjangkau 18 kecamatan. Pendataan ini menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi warga yang belum memperoleh akses pendidikan.

“Pendataan anak tidak sekolah dilakukan di 18 kecamatan di Kutim,” jelas Heri.

Melalui pendekatan jemput bola dan pendataan tersebut, Disdikbud Kutim mendorong agar anak yang berhenti sekolah dapat diidentifikasi kebutuhannya dan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur yang tersedia.(adv/Kutim)

Penulis : Faradita

Views Count: 213

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1563030
Users Today : 1293
Total Users : 1563030
Views Today : 2016
Total views : 7054306
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com