InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Dinkes Kaltim Perkuat Pencegahan Kecacingan Anak, Waspadai Risiko Anemia dan Stunting

by Hery Kuswoyo
Jumat, 23 Oktober 2026, 20:38
in Kaltim
Ilustrasi

Ilustrasi

Bagikan

Infobenua.com, Samarinda — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mendorong penguatan pencegahan kecacingan pada anak melalui pemberian obat cacing, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta peningkatan pengawasan kesehatan di lingkungan sekolah.

Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menegaskan bahwa kecacingan perlu ditangani sejak dini, terutama pada anak usia sekolah dan balita. Infeksi tersebut dapat mengganggu penyerapan nutrisi, meningkatkan risiko anemia, serta berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Fokus kita terutama pada anak sekolah, meskipun pencegahan juga perlu dilakukan pada anak secara umum. Jika masih banyak anak yang mengalami kecacingan, potensi terjadinya anemia akan semakin besar. Kondisi ini juga dapat berkontribusi terhadap risiko stunting dan memengaruhi prestasi belajar anak,” ujarnya.

Menurut Andi, kecacingan tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kemampuan anak mengikuti pembelajaran di sekolah. Karena itu, upaya pengendalian penyakit ini perlu menjadi bagian dari peningkatan kesehatan anak sekaligus pembenahan kebersihan lingkungan.

“Jika indikator kecacingan masih tinggi, hal itu perlu menjadi perhatian kita bersama, terutama terkait kebersihan lingkungan dan perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” jelasnya pada Rapat Koordinasi Program NTDs Filariasis Kecacingan Tingkat Provinsi Kalimantan Timur belum lama ini.

Selain pemberian obat cacing, Dinkes Kaltim menekankan pentingnya membiasakan anak menjalankan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Langkah pencegahan tersebut meliputi mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan diri, dan menggunakan alas kaki ketika beraktivitas di luar ruangan.

Pelaksanaan upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari puskesmas, sekolah, keluarga, hingga instansi yang menangani sanitasi dan lingkungan. Koordinasi lintas sektor diperlukan agar pencegahan tidak hanya dilakukan melalui pengobatan, tetapi juga dengan mengurangi faktor risiko penularan.

Orang tua memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan menjaga kebersihan diri pada anak. Di lingkungan pendidikan, sekolah diharapkan memperkuat edukasi kesehatan serta memastikan kebersihan lingkungan belajar dan ketersediaan fasilitas sanitasi yang memadai.

Dinkes Kaltim berharap pendekatan terpadu melalui pengobatan, edukasi, dan perbaikan lingkungan dapat menekan risiko penularan kecacingan pada anak. Dengan demikian, kesehatan, pertumbuhan, dan kemampuan belajar anak dapat lebih terjaga. (*)

Views Count: 4

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1556566
Users Today : 1139
Total Users : 1556566
Views Today : 2020
Total views : 7042530
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com