Foto : Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin
Infobenua.com, Samarinda — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mendapatkan vaksin influenza sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penularan varian Superflu.
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, pemberian vaksin influenza dianjurkan karena karakter virus Superflu memiliki kemiripan dengan virus influenza tipe A, B, C, dan D.
“Sebagai upaya pencegahan, pelaku perjalanan ke luar negeri kami sarankan untuk menambah vaksin influenza. Virusnya hampir serupa, sehingga dapat membantu meningkatkan perlindungan tubuh,” ujar Jaya.
Ia menegaskan, anjuran vaksinasi tersebut tidak bersifat wajib, melainkan pilihan yang disarankan demi menjaga kesehatan pribadi selama dan setelah melakukan perjalanan.
Menurut Jaya, akses vaksin influenza saat ini relatif mudah karena telah tersedia di sejumlah klinik vaksinasi di wilayah Kalimantan Timur.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan belum menerima laporan adanya kasus Superflu yang terdeteksi masuk ke wilayah Benua Etam. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperketat melalui sistem deteksi dini dan respons cepat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kami terus memantau dan melakukan surveilans penyakit secara rutin. Hingga saat ini belum ada laporan kasus Superflu di Kaltim,” jelasnya.
Koordinasi juga terus dilakukan dengan Balai Karantina Kesehatan di pintu-pintu masuk utama, khususnya Bandara dan pelabuhan di Balikpapan serta Samarinda. Pengawasan difokuskan pada pelaku perjalanan internasional, terutama yang baru kembali dari Amerika Serikat, mengingat tingginya jumlah kasus di wilayah tersebut.
Terkait karakteristik penyakit, Jaya menjelaskan bahwa Superflu umumnya menimbulkan gejala ringan, namun memiliki durasi penyembuhan yang lebih lama dibandingkan flu biasa.
“Jika flu pada umumnya sembuh dalam 7 sampai 10 hari, Superflu bisa memakan waktu sekitar 10 hingga 14 hari. Secara virologi, virus ini merupakan H3N2 sub-kelas K, yakni mutasi ringan yang masih bisa diantisipasi,” paparnya.
Sebagai langkah pencegahan lanjutan, petugas kesehatan di lapangan juga telah melakukan skrining kesehatan serta pengambilan sampel flu untuk mendeteksi secara dini potensi penyebaran virus di masyarakat.
Penulis : Nurfa









Users Today : 3267
Total Users : 1570732
Views Today : 5291
Total views : 7067786