Teks foto: Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud waktu diwawancarai
Infobenua.com, Samarinda – Di saat pemerintah pusat mendorong penghematan belanja daerah, DPRD Kalimantan Timur justru mengalokasikan Rp6,8 miliar dalam APBD 2026 untuk pengadaan kendaraan dinas baru jenis Land Cruiser 200 VX-R 4×4 AT.
Kebijakan ini memantik polemik, terlebih belum lama publik menyoroti pengadaan SUV hybrid gubernur senilai Rp8,5 miliar.
Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud menegaskan anggaran tersebut telah melalui mekanisme resmi dan pembahasan berjenjang, mulai dari tingkat komisi, Badan Anggaran (Banggar), hingga Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Semua dibahas sesuai prosedur. Tidak ada yang tiba-tiba muncul,” ujarnya saat ditemui di Gedung B DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (23/2/2026).
Ia membantah anggapan bahwa pengadaan kendaraan itu semata untuk kepentingan pimpinan dewan.
Menurutnya, unit tersebut akan digunakan untuk menunjang mobilitas alat kelengkapan dewan (AKD), termasuk komisi, badan, fraksi, hingga sekretariat DPRD.
“Ini kendaraan operasional lembaga, bukan untuk satu orang,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Hasanuddin beralasan, pembelian kendaraan baru merupakan langkah rasional karena sebagian besar mobil dinas yang ada telah berusia tujuh hingga sepuluh tahun. Biaya perawatan, kata dia, dinilai tidak lagi sebanding dengan manfaat.
“Kalau terus diperbaiki, anggaran habis di bengkel. Unit lama sudah dilelang. Jadi ini soal efisiensi jangka panjang,” katanya.
Terkait spesifikasi, ia memastikan pengadaan tetap merujuk ketentuan kapasitas mesin yang diatur dalam regulasi kendaraan dinas pimpinan daerah, yakni sekitar 2.700 cc untuk ketua dan 2.500 cc bagi wakil ketua serta sekretaris dewan.
“Spesifikasinya setara Pajero,” ujarnya singkat.
Penulis: Frida| Editor: Eka Mandiri









Users Today : 3472
Total Users : 1588206
Views Today : 4914
Total views : 7096306