Teks foto: Aksi unjuk rasa yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kaltim
Infobenua.com Samarinda —Aksi unjuk rasa yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (5/5/2026), berakhir ricuh. Massa dan aparat kepolisian terlibat saling lempar, menyebabkan sejumlah peserta aksi dan polisi mengalami luka.
Kericuhan pecah sekitar pukul 17.45 Wita saat situasi mulai memanas. Lemparan botol air dan benda keras tak terhindarkan, membuat suasana di Jalan Gadjah Mada, Samarinda, mencekam.
Kepala Bagian Operasi Polresta Samarinda, Zarma Putra, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut pihaknya mengerahkan sekitar 400 personel untuk pengamanan.
“Ada insiden saling lempar antara massa dan aparat,” kata Zarma.
Ia merinci, lima personel kepolisian mengalami luka, termasuk seorang polisi wanita yang sempat pingsan akibat terkena lemparan. Beberapa lainnya mengalami luka di bagian kepala dan wajah.
Di pihak massa, empat kader PMII dilaporkan terluka. Satu orang di antaranya mengalami luka serius di kepala dan harus mendapatkan perawatan medis.
Ketua Umum PKC PMII Kaltim, Muhammad Said Abdillah, mengatakan aksi awalnya berjalan damai dan bertujuan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah provinsi.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan respons atas pernyataan gubernur yang menyebut kantor gubernur terbuka bagi masyarakat selama 24 jam.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi yang sudah kami kaji,” ujarnya.
Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah tuntutan, di antaranya penghentian kebijakan anggaran yang dinilai bermasalah, evaluasi pejabat daerah, hingga transparansi penggunaan fasilitas pemerintah.
Selain itu, massa juga menyoroti pengembalian mobil dinas senilai Rp8,5 miliar serta penunjukan direksi dan komisaris Bankaltimtara.
Kericuhan diduga dipicu kelelahan massa setelah berjam-jam berunjuk rasa, serta adanya lemparan yang memancing eskalasi.
Akibat situasi yang tidak kondusif, rencana mimbar bebas dibatalkan dan massa memilih membacakan pernyataan sikap sebelum membubarkan diri.
Sekitar pukul 18.30 Wita, kondisi di lokasi berangsur kondusif. Aparat kepolisian masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Penulis: Frida |Editor: Eka Mandiri



















Users Today : 726
Total Users : 1287529
Views Today : 1984
Total views : 6336400