Infobenua.com, Samarinda – Rendahnya rata-rata lama sekolah di Kalimantan Timur yang hanya mencapai 10,2 tahun menjadi sorotan serius Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim.
Anggota Komisi IV, Darlis Pattalongi, menegaskan pentingnya memperkuat kebijakan pendidikan gratis yang dicanangkan oleh Pemprov Kaltim melalui program unggulan Gratispoll.
“Salah satu penyebab rendahnya masa sekolah di Kaltim adalah tingginya biaya hidup. Bukan semata soal SPP atau UKT, tapi soal living cost,” ujar Darlis saat ditemui usai rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Kaltim, Senin (17/6/2025).
Program Gratispoll yang menggratiskan biaya pendidikan dinilai sudah tepat, namun menurut Darlis belum cukup untuk menjawab persoalan riil di lapangan. Ia mendorong agar pihak swasta, khususnya perusahaan-perusahaan besar di Kaltim, turut berkontribusi melalui pemberian beasiswa untuk biaya hidup siswa dan mahasiswa.
“Kami di Komisi IV mendorong agar perusahaan ikut berpartisipasi, terutama dalam membantu pembiayaan living cost para pelajar dan mahasiswa. Itu akan sangat membantu meningkatkan angka partisipasi sekolah,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Darlis menekankan bahwa selain aspek pembiayaan, kualitas pendidikan juga harus menjadi perhatian utama, terutama terkait kualitas guru, dosen, tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana.
“Kalau gurunya tidak berkualitas, dosennya tidak ditingkatkan, sarana tidak memadai, maka program pendidikan gratis pun bisa sia-sia. Pemerintah harus serius mengawal ini,” jelasnya.
Ia juga menggarisbawahi bahwa pertumbuhan penduduk Kaltim sebesar 2,8% menjadi faktor penting yang harus disikapi melalui peningkatan kualitas pendidikan.
Hal ini berbeda dengan di Pulau Jawa, di mana pertumbuhan penduduk lebih dipengaruhi oleh faktor kebutuhan dasar seperti makanan.
“Pertumbuhan penduduk kita tinggi, jadi pendidikan harus responsif terhadap itu. Kualitas SDM adalah kunci masa depan Kalimantan Timur,” tegasnya.
(Abi/ADV/DPRD Kaltim)

















Users Today : 569
Total Users : 1371447
Views Today : 2178
Total views : 6629443