InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Dari SMP ke S2: Mengukir Jejak Sukses Nunung

by Eka Mandiri
Sabtu, 15 Maret 2025, 22:35
in Berita, Kaltim, Opini
Bagikan

Infobenua.com.Kisah hidup Nunung Dwi Astutik panggilan akrab Nunung merupakan rangkaian perjuangan, pengorbanan, dan keberanian untuk terus melangkah meski banyak rintangan. Dari masa kecil yang penuh kemandirian di Blitar hingga perjalanan pahit awal di Kalimantan Timur, Nunung telah menorehkan kisah inspiratif yang membuktikan bahwa setiap mimpi bisa dicapai asalkan kita mau berusaha.

*Masa Kecil dan Kemandirian di Blitar*

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Nunung harus hidup jauh dari orang tua. Ia tinggal bersama budenya di Blitar, Jawa Timur, sementara orang tuanya menetap di Provinsi Sumatera Barat. Kondisi inilah yang mengajarkan dirinya untuk mandiri sejak dini.

“Orang tua saya tinggal di Sumbar di Jawa, saya tinggal di Blitar. Ibu saya berasal dari Blitar, ikut bapak di Sumbar,” terangnya.

Kemandirian Sejak Dini:

Nunung sudah terbiasa melakukan banyak pekerjaan sendiri. Di usia SD, ia sudah mampu memasak dan membantu budenya yang menjalankan warung gorengan. Alih-alih bermain seperti anak-anak seusianya, Nunung bekerja serabutan di tempat tetangganya, mengecat mainan yoyo, menjadi buruh di sawah, serta membungkus kerupuk UMKM dari pulang sekolah hingga malam hari. Setiap uang saku lebih yang didapatnya ia sisihkan untuk membantu budenya.

*Prestasi Akademis dan Kreativitas*

Walaupun hidup dalam keterbatasan dan kurang mendapat kasih sayang orang tua, Nunung menunjukkan kecerdasan di sekolah. Ia pernah meraih peringkat 1 di kelas dan mendapatkan juara kedua dalam lomba kaligrafi.

*Perpindahan ke Sumatera Barat dan Tantangan di Masa Remaja*

Di kelas 2 SMP, takdir membawa Nunung kembali ke pangkuan orang tua kandungnya di Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Dharmasraya.

*Hidup Bersama Orang Tua*

Saat pertama kali ikut orang tuanya ke Sumbar, Nunung tinggal di sebuah dusun di tengah perkebunan sederhana. Tempat itu bahkan tidak memiliki listrik dan fasilitas memadai seperti kamar mandi, sehingga segala aktivitas harus dilakukan di sungai. Ayahnya (alm.) bekerja sebagai mandor di perkebunan sawit, sehingga keluarga harus hidup dengan segala keterbatasan. Meski kembali berada dalam keluarga, kebahagiaan tak langsung menghampiri karena ibunya mengalami sakit parah.

*Tanggung Jawab Keluarga*

Sebagai anak perempuan satu-satunya di antara dua saudara laki-lakinya—kakak dan adik—Nunung merasa bertanggung jawab untuk merawat ibunya. Meski sangat mendambakan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, ia memilih mengorbankan impiannya demi keluarga dan memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah SMA.

“Saya tidak malu waktu itu cuma tamat SMP karena saya lakukan demi keluarga dan itu adalah bentuk ibadah dan bakti saya kepada orang tua saya yakin Allah SWT akan memberikan takdir terbaik saya,”katanya.

*Dunia Kerja, Perjalanan ke Kalimantan Timur, dan Pengalaman Pahit*

Setelah menyelesaikan pendidikan SMP, Nunung mulai bekerja sebagai buruh di kebun sawit, mengikuti jejak bapaknya, sambil merawat ibunya yang sakit parah. Selama sekitar dua tahun, ia menjalani hari-hari yang keras dengan pekerjaan fisik yang berat, mengangkat karung pupuk dalam perjalanan menuju lokasi kebunpun yang jauh berkilo-kilo dengan jalan kaki.

*Perjalanan ke Kalimantan Timur*

Dalam suatu kesempatan, seseorang mengajaknya merantau ke Kalimantan Timur dengan iming-iming gaji besar yang dikatakan nantinya bisa membantu perekonomian keluarganya. Namun, perjalanan itu berubah menjadi pengalaman pahit.

*Keterpaksaan di Dunia Hiburan Malam*

Tanpa disadari, Nunung ternyata dimasukkan ke dalam dunia hiburan malam. Saat dalam perjalanan dari Balikpapan menuju Samarinda, kerudungnya dilepas paksa oleh temannya yang mengantarnya, sebagai bagian dari proses intimidasi. Nunung hanya bisa pasrah tanpa penjelasan terkait pekerjaan yang ditawarkan, hingga akhirnya ia mengetahui bahwa dirinya telah dimasukkan ke dalam tempat kerja hiburan malam (THM).

“Saya benar-benar tidak tahu kalau di Kaltim saya dimasukkan kerja di THM. Awalnya, saya ditawari kerja sebagai pelayan resto milik orang Cina dan boleh memakai hijab. Sampai di sini saya kaget dan syok,” ujarnya.

Pada akhirnya, Nunung berhasil merayu temannya agar tidak mempekerjakannya sebagai “ladies” dengan dalih bahwa selama ini ia tidak pernah memakai baju pendek dan butuh waktu untuk beradaptasi. Ia akhirnya tetap bekerja di THM sebagai pelayan (waitress) dengan konsekuensi harus mengganti biaya tiket dan akomodasi yang dikeluarkan untuknya.

*Menata Kembali Impian Melalui Pendidikan*

Meski harus bekerja dalam situasi yang tidak ideal—pulang kerja hingga pukul 03.00 pagi—semangat Nunung untuk belajar tidak pernah padam. Dengan kerja keras sebagai waitress, ia berhasil mengumpulkan uang untuk menatap kembali masa depannya.

*Pendidikan Kesetaraan dan Paket C*

Dengan tabungan hasil jerih payahnya, Nunung mendaftar pada program pendidikan kesetaraan Paket C. Keputusan inilah yang membuka jalan baginya untuk mendaftar di perguruan tinggi.

*Jejak Menuju Gelar S2*

Setelah meniti pendidikan di jenjang S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Mahakam Samarinda, Nunung kini menempuh pendidikan S2 di Universitas Negeri Sultan Adji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Walaupun ia mengakui masih memiliki kekurangan—seperti saat menyampaikan seminar proposal pada 13 Maret 2025 di mana ia masih terbata-bata saat berbicara di depan umum—namun ia bersyukur sudah pada tahap ini.

“Memang dari dulu saya paling takut untuk berbicara di depan umum. Rasa tidak percaya diri kadang muncul, mungkin karena saya berasal dari dusun dan belum terbiasa dengan hal ini. Dulu, ketika saya masih SD, saya meluapkan kesedihan dengan menulis puisi karena memang tidak ada seseorang yang bisa diajak ngobrol. Makanya saya ingin belajar dari itu hingga S2, mengambil jurusan Komunikasi agar pintar berbicara,” terangnya.

*Karir sebagai Jurnalis dan Pengembangan Perusahaan Media Online*

Setelah meniti pendidikan dan hampir menyelesaikan S2, Nunung memasuki dunia profesional sebagai jurnalis. Awalnya, ia bergabung dengan perusahaan media yang sudah mapan. Namun, semangat inovasi dan visi besarnya di bidang komunikasi mendorongnya untuk membuka jalan sendiri.

Kini, Nunung telah mendirikan perusahaan media online miliknya sendiri. Berkat kerja keras dan strategi yang tepat, termasuk menjalin kerjasama dengan pemerintah, perusahaan tersebut telah menghasilkan pendapatan ratusan juta rupiah.

*Inspirasi dari Perjalanan Hidup yang Luar Biasa*

Kisah hidup Nunung adalah bukti nyata bahwa keterbatasan dan rintangan bukanlah penghalang untuk meraih impian.

*Dari Masa Kecil Hingga Dewasa*

Dari kehidupan mandiri di Blitar—di mana ia belajar bekerja keras sejak usia dini—hingga harus menanggung perpisahan dengan orang tua dan menghadapi kerasnya hidup di Sumatera Barat, Nunung telah melewati banyak cobaan.

*Perjuangan di Dunia Kerja dan Kehidupan Pahit*

Pengalaman pahit di Kalimantan Timur yang memaksanya terlibat dalam dunia hiburan malam sebagai waitress tidak membuatnya menyerah. Setiap rupiah yang dikumpulkannya menjadi modal untuk mengukir kembali masa depan melalui pendidikan dan karir.

*Kekuatan Impian dan Ketekunan*

Kini, dengan segala perjuangan yang telah ditempuh, Nunung hampir meraih gelar S2 dan telah sukses di dunia jurnalistik melalui perusahaannya sendiri. Ia membuktikan bahwa keberanian, kerja keras, dan pengorbanan dapat mengantarkan kita kepada impian—meski jalan yang ditempuh penuh dengan lika-liku.

“Sebenarnya, pandangan saya tentang sukses itu tidak hanya dilihat dari tingginya pendidikan, namun dari kemampuan kita untuk berjuang dan bertahan hidup dengan berjalan di jalan yang lurus. Itu adalah sebuah kesuksesan yang tidak bisa diukur, namun pendidikan tetap penting untuk diperjuangkan,” tutupnya.

Nunung mengajarkan kita bahwa di balik setiap perjuangan, ada kekuatan yang tumbuh dari pengalaman pahit dan kebahagiaan yang diraih melalui kerja keras. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa tidak ada rintangan yang terlalu besar jika kita memiliki tekad untuk terus maju dan mewujudkan mimpi, meski harus menghadapi segala keterbatasan hidup.

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0

Gelar Tes Urine Mendadak, Seluruh Warga Binaan Rutan Tanjung Pura Negatif Narkoba

Minggu, 19 April 2026, 1:23
Jelang Aksi, GEPAK Dorong 21 April Tetap Kondusif dan Terarah

Jelang Aksi, GEPAK Dorong 21 April Tetap Kondusif dan Terarah

Sabtu, 18 April 2026, 21:35
Kaltim Raih Penghargaan Nasional Akselerasi Konektivitas Digital 2026

Kaltim Raih Penghargaan Nasional Akselerasi Konektivitas Digital 2026

Sabtu, 18 April 2026, 20:52
Bandara SAMS Sepinggan Catat Kinerja Positif, Layani 1,26 Juta Penumpang di Awal 2026

Bandara SAMS Sepinggan Catat Kinerja Positif, Layani 1,26 Juta Penumpang di Awal 2026

Sabtu, 18 April 2026, 20:33

Infobenua.com TVChannel

TikTok Instagram Youtube

Statistik Pengunjung

1265555
Users Today : 306
Total Users : 1265555
Views Today : 901
Total views : 6274495
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com