Infobenua.com.Samarinda: Olahraga dansa atau dance sport kian menunjukkan eksistensinya sebagai cabang olahraga yang tak hanya kompetitif, tetapi juga edukatif. Di Kalimantan Timur (Kaltim), minat generasi muda terhadap dance sport terus tumbuh, mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim untuk menjadikannya bagian penting dari strategi pembinaan olahraga berbasis karakter.
Dance sport berada di bawah naungan Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI), dan kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai ajang hiburan. Dispora Kaltim melihat olahraga ini sebagai ruang pengembangan diri, terutama bagi remaja yang mencari media ekspresi sehat, penuh disiplin, dan menjunjung sportivitas.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Sugiarta, menilai bahwa dance sport memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Bukan hanya soal teknik gerakan, tetapi juga tentang kedisiplinan, kerja sama, dan kemampuan mengelola emosi.
“Dance sport melatih lebih dari sekadar fisik. Ada kepercayaan diri, penghargaan terhadap pasangan, hingga kepekaan terhadap irama dan estetika. Semua itu sangat baik untuk perkembangan mental anak-anak dan remaja,” ujar Bagus (20/7/2025).
Sebagai bentuk konkret dukungan, Dispora Kaltim mendukung proses seleksi atlet dance sport tingkat provinsi yang tengah digelar menjelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung Agustus mendatang di Jakarta. Seleksi ini mencakup dua kategori utama: junior dan senior, serta dilakukan secara terbuka dan inklusif.
Dispora menekankan bahwa seleksi bukan semata mencari yang terbaik untuk bertanding, tetapi juga membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi pemuda yang ingin menyalurkan bakat mereka.
“Semua anak muda Kaltim punya kesempatan yang sama. Yang terpenting adalah semangat, kemauan untuk belajar, dan komitmen untuk berkembang,” jelasnya.
Menurut Bagus, dance sport juga berkontribusi positif dalam memperluas jenis pembinaan olahraga non-konvensional di daerah. Cabang ini memberi warna baru, serta mampu menjangkau anak-anak yang mungkin tidak tertarik dengan olahraga kontak fisik seperti sepak bola atau bela diri.
“Kita ingin semua jenis minat bisa difasilitasi. Tidak semua anak harus jadi atlet bola. Ada yang berbakat di seni gerak, dan mereka juga berhak mendapatkan pembinaan yang layak,” tegasnya.
Ke depan, Dispora Kaltim berencana untuk memperluas promosi dance sport ke sekolah-sekolah dan komunitas pemuda. Tujuannya agar dance sport bisa lebih dikenal, tidak lagi dianggap asing, serta bisa menjadi alternatif kegiatan positif di tengah maraknya konten digital yang kurang mendidik.
“Ini bagian dari pembangunan manusia. Kita ingin generasi muda Kaltim punya ruang berekspresi yang sehat, disiplin, dan membanggakan. Dance sport adalah salah satunya,” pungkas Bagus.
penulis Frida editor Eka mandiri








Users Today : 1619
Total Users : 1522720
Views Today : 4539
Total views : 6965887