BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mulai mengubah konsep Car Free Day (CFD) dari sekadar ruang olahraga menjadi pusat aktivitas masyarakat yang menggabungkan olahraga, ekonomi, kreativitas, pelayanan publik, dan interaksi sosial.
Konsep tersebut diwujudkan melalui peluncuran CFD Terpadu di Taman Tiga Generasi, Balikpapan Selatan, Minggu (23/8/2026).
Ketua Panitia Sekaligus Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman, mengatakan CFD Terpadu dirancang agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut dia, CFD tidak semata-mata dimaknai sebagai penutupan jalan bagi kendaraan bermotor, tetapi menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai elemen masyarakat.
“Car Free Day tidak hanya dimaknai sebagai penutupan jalan dari kendaraan bermotor. Lebih dari itu, CFD menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat dalam berbagai aktivitas positif, mulai dari olahraga, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Fadli.
Ia mengatakan, konsep CFD Terpadu membuka kesempatan bagi berbagai kelompok masyarakat untuk beraktivitas. Mulai dari anak-anak, generasi muda, keluarga, komunitas olahraga, pelaku UMKM hingga komunitas ekonomi kreatif.
Dari sisi ekonomi, kata Fadli, UMKM menjadi salah satu sektor yang ingin dikembangkan melalui kegiatan tersebut.
Pelaku usaha dapat memanfaatkan CFD untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen secara lebih luas. Sementara komunitas ekonomi kreatif memiliki ruang untuk menampilkan karya, inovasi, dan kreativitas mereka kepada masyarakat.
“Harapan kami, Car Free Day Terpadu ini dapat menjadi budaya positif masyarakat yang terus tumbuh dan berkembang. Ini bukan hanya agenda sesaat, tetapi gerakan bersama untuk membangun kota yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas,” katanya.
Fadli menambahkan, CFD juga diharapkan mampu memperkuat interaksi sosial masyarakat. Warga dari berbagai usia dan latar belakang dapat bertemu dan beraktivitas bersama melalui olahraga, hiburan, kegiatan komunitas maupun aktivitas sosial.
Menurut dia, keberlanjutan CFD membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, perangkat daerah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat perlu bersama-sama menjaga agar kegiatan berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
“CFD ini harus menjadi ruang bersama. Bukan hanya pemerintah yang menjalankan, tetapi seluruh masyarakat ikut memiliki dan menjaga kegiatan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan peluncuran CFD Terpadu merupakan upaya pemerintah menyediakan ruang aktivitas publik yang sehat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Rahmad berharap keberadaan CFD di kawasan Taman Tiga Generasi dapat menjadi alternatif ruang rekreasi bagi masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas perekonomian warga, khususnya UMKM di wilayah Balikpapan Selatan.
“Yang paling utama dalam menghidupkan para UMKM yang ada di sekitar Balikpapan Selatan ini. Mudah-mudahan ini bermanfaat,” ujar Rahmad dalam sambutannya.
Selain peluncuran CFD Terpadu, Rahmad turut mengingatkan masyarakat mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca yang meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan.
Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, terutama di kawasan yang berdekatan dengan hutan, kebun, atau lahan yang mudah terbakar.
“Saya mengimbau kepada seluruh warga yang memiliki kebun atau lahan, jangan sampai membakar hutan dengan alasan apa pun,” tegasnya.
Rahmad juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ia menekankan bahwa pembakaran lahan yang menimbulkan dampak luas dapat berujung pada sanksi hukum.
“Jangan sampai ada yang membakar di lingkungan kita dengan alasan untuk membakar sampah, terutama daerah-daerah yang memiliki perkebunan ataupun yang berdekatan dengan hutan kota dan kebun,” katanya.
Dengan konsep CFD Terpadu, Pemerintah Kota Balikpapan berharap ruang publik tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
CFD diharapkan dapat berkembang menjadi ruang bersama yang secara rutin mendorong masyarakat untuk berolahraga, berinteraksi, berkarya sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
Penulis: Irwanto sianturi

















Users Today : 305
Total Users : 1441403
Views Today : 1262
Total views : 6775506