InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Bupati Kutim Tegaskan HUT ke-27 Jadi Momentum Perkuat Pembangunan Daerah

by Eka Mandiri
Kamis, 8 Oktober 2026, 22:31
in Advertorial, Diskominfo Kutim, Kutim
Bagikan

Foto : Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman saat menyampaikan pidato dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur, Kamis (8/10/2026).

Infobenua.com, KUTIM – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyampaikan pidato dalam agenda Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan ke-I DPRD Kutim Tahun Sidang 2026/2027 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur, Kamis (8/10/2026).

Dalam pidatonya, Ardiansyah mengajak seluruh elemen daerah melihat perjalanan 27 tahun Kutai Timur sebagai pijakan untuk melanjutkan pembangunan. Peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang untuk melihat capaian yang telah diraih sekaligus menyatukan langkah menghadapi tantangan pembangunan.

“Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kutai Timur bukan sekadar kegiatan seremonial atau perayaan tahunan. Lebih dari itu, ini merupakan momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan, sekaligus momen refleksi bagi pemerintah untuk menguatkan tekad dalam melanjutkan pembangunan menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Ardiansyah.

Sejak resmi berdiri pada 12 Oktober 1999 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai, Kutai Timur terus mengalami perkembangan. Infrastruktur, sumber daya manusia dan pelayanan dasar menjadi bagian dari pembangunan yang terus diperkuat pemerintah daerah.

Ardiansyah menilai capaian tersebut tidak lahir dari kerja pemerintah semata. Berbagai unsur masyarakat, dunia usaha, legislatif, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan hingga masyarakat secara luas turut mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan Kutim. Hal itu juga menjadi alasan pentingnya menjaga kolaborasi dalam memasuki tahapan pembangunan berikutnya.

“Capaian ini bukan hasil dari satu pihak, tetapi hasil dari kolaborasi dan integrasi masyarakat, pemerintah, legislatif, swasta, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, kaum perempuan dan seluruh warga Kutai Timur,” katanya.

Memasuki periode pembangunan 2025-2029, Pemkab Kutim membawa visi “Terwujudnya Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing”. Visi tersebut diterjemahkan melalui 50 program unggulan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah transformasi ekonomi. Pemerintah melihat kekayaan sumber daya alam Kutai Timur harus mampu memberikan nilai tambah lebih besar, sehingga manfaat pembangunan tidak berhenti pada aktivitas eksploitasi.

Penguatan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, pariwisata, industri pengolahan serta ekonomi kreatif menjadi bagian dari strategi tersebut. Pemerintah juga mendorong agar pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja dan memperluas aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kita ingin ekonomi daerah tumbuh dengan banyak sumber kekuatan. Mampu memberikan nilai tambah dan menyerap tenaga kerja,” ujar Ardiansyah.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi fondasi penting. Jalan dan jembatan, akses air bersih, listrik, telekomunikasi, pendidikan hingga kesehatan terus diarahkan untuk mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Kutai Timur.

Arah pembangunan tersebut turut tercermin dalam sejumlah indikator makro. IPM Kutim pada 2025 tercatat 76,48 dan ditargetkan meningkat hingga 77,00-77,30 pada 2027. Pertumbuhan ekonomi yang pada 2025 berada di angka 1,05 persen ditargetkan kembali meningkat pada kisaran 5-6 persen pada 2027.

Sementara itu, pemerintah menargetkan angka kemiskinan turun dari 8,07 persen pada 2025 menjadi 7-7,50 persen pada 2027. Tingkat Pengangguran Terbuka yang tercatat 6,20 persen pada 2025 juga ditargetkan turun menjadi 5,50-6 persen.

Ardiansyah menegaskan pencapaian target tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam memastikan program pembangunan memberikan dampak terhadap kehidupan warga.

“Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Melalui momentum HUT ke-27, Ardiansyah berharap perjalanan pembangunan yang telah dilalui menjadi modal untuk memperkuat langkah Kutai Timur ke depan. Kolaborasi pemerintah, masyarakat dan seluruh unsur daerah menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi pembangunan hingga 2029.(adv/Kutim)

Penulis : Faradita | Editor: Redaksi

Views Count: 2

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1520949
Users Today : 1983
Total Users : 1520949
Views Today : 4820
Total views : 6960947
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com