BALIKPAPAN – Sebanyak 320 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur mengikuti Latihan Kader Bela Negara Tingkat Pratama Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas tersebut resmi dibuka di Lapangan Darmawangsa Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Selasa (3/11/2026).
Pembukaan latihan dilakukan Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Luhut Marpaung, S.I.P., M.Han.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 November 2026, mengusung tema “Internalisasi dan Penguatan Nilai-Nilai Dasar Bela Negara sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045 dalam Menghadapi Berbagai Ancaman”.
Dalam sambutannya, Luhut menegaskan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat pertahanan dan keamanan, melainkan hak sekaligus kewajiban seluruh warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 27 ayat (3) UUD 1945.
Menurut dia, semangat bela negara harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari sesuai peran dan profesi masing-masing.
“Bela negara bukan semata-mata tentang mengangkat senjata, tetapi merupakan sikap dan tindakan nyata setiap warga negara dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dan negara sesuai dengan peran dan profesinya masing-masing,” tegasnya.
Dia menjelaskan, terdapat lima nilai dasar bela negara yang harus ditanamkan, yakni cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.
Luhut juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini semakin kompleks. Ancaman terhadap negara tidak hanya berbentuk militer, tetapi juga mencakup ancaman multidimensi, termasuk ancaman hibrida dan cognitive warfare atau perang kognitif.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan ruang digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda, disinformasi, berita bohong, manipulasi opini, hingga provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Karena itu, masyarakat perlu memperkuat literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum menerima maupun menyebarkannya.
“Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, kita harus memiliki kemampuan berpikir kritis, bijak bermedia sosial, serta tidak mudah terpengaruh oleh propaganda dan disinformasi yang dapat memecah persatuan bangsa,” pesannya.
Dia turut menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan secara bijak, bertanggung jawab, serta berorientasi pada kepentingan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Luhut menyebut tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.
Mereka diharapkan mampu menjadi teladan, menjaga kerukunan, serta menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Penguatan kesadaran bela negara juga perlu berlandaskan empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Selain memperkuat karakter kebangsaan, latihan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam aspek kepemimpinan, komunikasi, pengelolaan diri, pemecahan masalah, kreativitas, inovasi, dan kemampuan beradaptasi.
Para peserta juga didorong agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan karya dan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui latihan ini, Kementerian Pertahanan berharap para peserta dapat menjadi kader sekaligus agen perubahan yang mengimplementasikan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi tersebut dapat diwujudkan melalui profesionalisme dan integritas dalam bekerja, menjaga kerukunan, menghormati keberagaman, peduli lingkungan, menjauhi korupsi dan narkoba, serta berperan aktif menangkal disinformasi.
Dengan demikian, para kader diharapkan mampu meneruskan semangat bela negara di lingkungan masing-masing sebagai bagian dari upaya membangun bangsa yang kuat, bersatu, dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045.








Users Today : 3731
Total Users : 1595654
Views Today : 5543
Total views : 7108563