BALIKPAPAN — Bank Indonesia terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan, UMKM menjadi salah satu fokus utama karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, baik dari sisi jumlah pelaku usaha, penyerapan tenaga kerja, maupun kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Berbagai program kerja dan langkah strategis terus diupayakan untuk mendorong UMKM naik kelas, memperkuat ketahanan pangan daerah, memperluas pasar ekspor dan digital, hingga meningkatkan kualitas produk dan kapasitas usaha,” ujar Robi Ariadi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu( 23/05/2026).
Selain itu, BI Balikpapan juga mendorong digitalisasi sistem pembayaran UMKM, fasilitasi pengelolaan keuangan, hingga business matching pembiayaan guna memperkuat akses pelaku usaha terhadap lembaga keuangan.
Dalam mendukung pengendalian inflasi daerah, program prioritas pengembangan klaster ketahanan pangan dijalankan melalui penerapan good agricultural practice (GAP) yang menjadi bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS).
Robi menjelaskan, pelaksanaan workshop onboarding UMKM melalui program DIGDAYA UMKM menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan pelaku usaha memasuki pasar digital yang terus berkembang.
Program DIGDAYA UMKM untuk mendorong UMKM go digital mulai dibuka pada 20 Mei 2026. Selanjutnya, pada Mei hingga Juni 2026 akan dilakukan tahapan pendampingan dan sesi one-on-one guna memberikan asistensi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan masing-masing UMKM peserta.
Kemudian pada Juli hingga Oktober 2026 akan dilaksanakan monitoring melalui monthly meeting untuk memantau perkembangan implementasi materi yang telah diberikan.
Dari total 160 UMKM hasil kurasi dan rekomendasi dari Otorita Ibu Kota Nusantara, pemerintah daerah, dan korporasi pembina UMKM, BI Balikpapan menetapkan sebanyak 45 UMKM terpilih mengikuti program onboarding tersebut.
“Pada tahap akhir, seluruh peserta diharapkan mampu meningkatkan penjualan di pasar digital,” katanya.
Di sektor ekspor, BI Balikpapan juga bersinergi dengan berbagai mitra, salah satunya Export Center Balikpapan. Workshop Ekspor UMKM dijadwalkan dimulai pada Juni hingga Oktober 2026 dengan fokus memperkuat kapasitas UMKM agar mampu memenuhi standar pasar internasional serta memperluas jejaring bisnis ekspor.
Untuk mendukung pembiayaan UMKM, BI Balikpapan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan dan sektor perbankan melalui edukasi pengelolaan keuangan serta business matching pembiayaan.
Selain itu, BI Balikpapan juga menjalankan program Survei Database Profil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Potensial Dibiayai (BISAID) guna menjembatani UMKM potensial dengan lembaga pembiayaan.
Sebagai bentuk showcasing UMKM, BI Balikpapan akan menggelar dua flagship event yakni Pekan Ekonomi Syariah Nusantara 2026 pada 27–28 Juni 2026 dan Mahligai Nusantara 2026 pada September 2026.
Dalam rangkaian kegiatan PESAN 2026, BI Balikpapan juga menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas UMKM seperti Talkshow Halal Entrepreneurship, Talkshow Halal Go Global, Workshop Kemasan dan Merek Halal Food, Workshop Digital UMKM, hingga Talkshow Strategi Mendorong Kemandirian Ekonomi Pesantren.
Di sisi lain, BI Balikpapan terus mendorong UMKM unggulan di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser untuk masuk dalam ekosistem Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA).
Pada seleksi IKRA Indonesia 2026, tiga UMKM binaan BI Balikpapan berhasil lolos, yakni Hharum pada sektor modest fashion, Rumah Ampiek pada sektor modest fashion, serta Kampoeng Timoer pada sektor halal food.
“Capaian tersebut menjadi bukti bahwa UMKM daerah mampu bersaing di level nasional,” ujar Robi.
Sementara itu, saat ini juga tengah berlangsung Kompetisi Cangkir Barista “Championship Pejuang Kopi Nusantara” yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Specialty Coffee Association of Indonesia.
Kompetisi tersebut bertujuan memperkuat kapabilitas SDM dan kewirausahaan pelaku usaha kopi Indonesia agar mampu meningkatkan daya saing kopi nasional di pasar domestik maupun internasional.
Dari sekitar 419 peserta yang lolos seleksi tahap awal nasional, tiga peserta asal wilayah kerja BI Balikpapan berhasil melaju ke tahap regional Kalimantan.
Sebelumnya, BI Balikpapan juga telah menggelar workshop dan pembekalan bagi para barista di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser sebagai bagian dari penguatan SDM dan ekosistem industri kopi daerah.
Sumber:KPwBI Balikpapan Penyunting: Irwanto



















Users Today : 877
Total Users : 1305329
Views Today : 4191
Total views : 6398289