Teks foto: Grand Final Duta Anak Kota Samarinda yang digelar pada 26 September 2026.
Infobenua.com, Samarinda— Sebanyak 104 anak dari berbagai sekolah dasar di Samarinda mengikuti Pemilihan Duta Anak Kota Samarinda 2026. Dari jumlah tersebut, 60 anak lolos menjadi finalis hingga akhirnya empat anak terpilih sebagai Duta Anak untuk dua kategori.
Empat nama yang terpilih yakni Gerald Dio Achazia dari SDK 3 WR Soepratman dan Jasmine Nafisah dari SD Muhammadiyah 1 Samarinda untuk Kategori A. Sementara Kategori B diraih Davey Alvaro Taberima dari SDK 3 WR Soepratman dan Nadine Elisabeth Sinaga dari SDK Santo Fransiskus Asisi Samarinda.
Pemilihan Duta Anak Kota Samarinda 2026 merupakan gelaran perdana yang diselenggarakan Forum Pemuda Tunas Etam dengan dukungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda. Grand Final digelar pada 26 September 2026.
Peserta sebelumnya mengikuti pendaftaran pada 13-28 Agustus 2026. Mereka dibagi dalam dua kategori, yakni Kategori A untuk siswa kelas 1-3 dan Kategori B untuk siswa kelas 4-6.
Setelah melewati seleksi wawancara, 60 peserta melanjutkan tahapan hingga Grand Final. Mereka tidak hanya menjalani persiapan untuk tampil di panggung, tetapi juga mendapat sejumlah pembekalan.
Materi yang diberikan meliputi koreografi, catwalk, public speaking, perlindungan anak, hingga wawasan umum, budaya dan pariwisata Samarinda.

Ketua Pelaksana Duta Anak Kota Samarinda 2026 Handi Wijaya mengatakan ajang tersebut dibuat sebagai ruang bagi anak untuk mengembangkan minat dan bakat sekaligus berani menyampaikan gagasan.
“Duta Anak Kota Samarinda merupakan platform minat dan bakat bagi anak-anak untuk mendapatkan ruang berekspresi, mengembangkan potensi, dan membangun keberanian. Kami ingin anak-anak tidak hanya tampil di atas panggung, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dan kepedulian mereka,” kata Handi.
Salah satu materi yang menjadi perhatian yakni pembekalan perlindungan anak. Handi mengatakan anak perlu dilibatkan dalam memahami lingkungan yang aman dan ramah bagi mereka.
“Perlindungan anak bukan hanya isu yang dibicarakan oleh orang dewasa. Anak-anak juga perlu diberikan ruang untuk memahami, menyuarakan, dan mengampanyekan lingkungan yang aman dan ramah bagi mereka,” ujarnya.
Penilaian pada Grand Final melibatkan lima juri dari berbagai latar belakang. Mereka yakni Sekretaris DP2PA Kota Samarinda Veronika Hinum, S.KM., MM.; Advokat dan Aktivis Sosial Merlyn Getty, S.H., M.H.; Trainer Public Speaking Semesta Academy Endro S. Efendi, M.Sos., CHt., CT, CPS, CIP; Puteri Pelajar Indonesia Timur Zevanya Yiska Merlyni Wowor; serta Duta Lingkungan Kalimantan Timur Mutia Citra Mutiara.
Dengan terpilihnya empat Duta Anak tersebut, penyelenggara berharap ajang ini tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan. Anak-anak yang terpilih diharapkan dapat menjadi ruang partisipasi sekaligus menyampaikan gagasan terkait perlindungan anak di Samarinda.







Users Today : 1440
Total Users : 1505815
Views Today : 2926
Total views : 6930976