Foto: Kepala BKD Kaltim, Deni Sutrisno, saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu.
Infobenua.com.Samarinda – Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) selalu dipadati ribuan pelamar. Namun, tak sedikit yang justru memilih mundur setelah dinyatakan lolos. Salah satu alasan terbanyak adalah lokasi penempatan yang jauh dari domisili.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Timur (Kaltim), Deni Sutrisno, mengatakan bahwa pengunduran diri merupakan hak peserta dan tidak dikenai sanksi selama belum masuk tahap pemberkasan.
“Untuk tahap pertama pengadaan ASN 2024, belum ada laporan resmi peserta yang mengundurkan diri,” kata Deni di Pendopo Odah Etam, Samarinda.
Ia menjelaskan, pemberian SK ASN tahap pertama akan dilakukan dalam dua hari ke depan dengan total 3.945 orang. Rinciannya terdiri dari 200 CPNS dan 3.745 PPPK, yang terbagi menjadi 442 guru, 17 tenaga kesehatan, dan 3.286 tenaga teknis.
Karena penempatan ASN tersebar di seluruh wilayah Kaltim, pelantikan bisa diikuti secara daring. Langkah ini diambil agar peserta yang berada jauh dari Samarinda tidak perlu mengeluarkan biaya lebih.
Terkait tren pengunduran diri, Deni mengakui tahun lalu ada puluhan peserta mundur, umumnya karena lokasi penempatan tidak sesuai harapan. Namun, dia menegaskan bahwa sistem penempatan dilakukan agar semua daerah dapat terisi secara merata.
“Kalau mundur sebelum pemberkasan, tidak apa-apa. Tapi kalau sudah pemberkasan lalu mundur, maka peserta tidak bisa ikut seleksi CASN tahun berikutnya,” tegas Deni.
Ia pun mengingatkan, peserta yang berniat mundur sebaiknya melakukannya sebelum mengunggah dokumen riwayat hidup di sistem.
(ADV Diskominfo Kaltim)
Penulis Frida editor eka mandiri



















Users Today : 214
Total Users : 1424607
Views Today : 312
Total views : 6742035