Bontang, Infobenua – Dua Subkontraktor nakal mendapat teguran dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang. pasalnya kedua Subkontraktor tersebut melakukan penjaringan tenaga kerja tanpa melalui Disnaker Bontang.
Sikap Disnaker yang memberi kartu merah kepada dua perusahaan ini mendapat apresiasi sekaligus catatan dari anggota Komisi II DRPD Bontang, Bakhtiar Wakkang.
Dijelaskan, apresiasi ini diberikan, tak lain karena Disnaker akhirnya menjankan fungsinya sebaimana mestinya. Ketika ada perusahaan bandel, abai terhadap aturan, sudah sepantasnya Disnaker hadir dan memberikan peringatan dan teguran keras. Agar tidak ada perusahaan yang bertindak semaunya.
“Saya kira perlu kita apresiasi Disnaker. Semoga bisa lebih ketat lagi kedepannya,” katanya. Kamis (11/03/2021).
Kata Bakhtiar, hal seperti ini mestinya tak perlu diingatkan oleh dewan. Disnaker, atau OPD lain di lingkungan Pemkot Bontang yang harus sadar sendiri. Di era revolusi industri 4.0 seperti ini, tuntutan masyarakat akan kecepatan, kemudahan, dan transparansi adalah sebuah keniscayaan. Maka jalan utamanya ialah segera berbenah dan buat inovasi.
“Selama ini masih pakai cara-cara konvensional. Ayolah, ini sudah mau masuk revolusi Industri 4.0. Ini sudah smart city, jadi manfaat tekonologi terbaru,” tandasnya.
Tapi ada catatan penting diberikan Bakhtiar. Menurutnya kasus seperti ini sudah jamak terjadi di Bontang. Kasus biasanya terbongkar ketika mantan karyawan dan perusahaan berselisih. Lantas mengadukannya ke dewan atau Disnaker. Sebabnya dia minta Disnaker lebih tegas, dan bebenah agar kasus serupa tak terulang. *
— Reporter: Jis
— Editor: Ru



















Users Today : 931
Total Users : 1268274
Views Today : 3095
Total views : 6282104