InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Arus Mudik di Pelabuhan Samarinda Meningkat Jelang Idulfitri

by Eka Mandiri
Senin, 16 Maret 2026, 20:29
in Berita, Samarinda
Bagikan

Ket foto : Situasi Pelabuhan Samarinda menjelang Lebaran Idulfitri.

Infobenua.com Samarinda — Aktivitas keberangkatan pemudik melalui Pelabuhan Samarinda menunjukkan peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Kepadatan penumpang diperkirakan mencapai puncaknya pada Minggu (15/3/2026), seiring tingginya minat masyarakat yang menggunakan transportasi laut untuk pulang kampung.

Sejumlah kapal yang melayani rute Samarinda menuju Parepare terlihat dipenuhi penumpang. Banyak warga memilih perjalanan melalui laut sebagai alternatif karena tiket pesawat menuju daerah tujuan mudik sudah sulit diperoleh pada periode menjelang Lebaran.

Lonjakan penumpang tampak pada beberapa kapal yang berlayar menuju wilayah Sulawesi Selatan. Moda transportasi laut dinilai menjadi pilihan yang masih tersedia bagi pemudik yang tidak mendapatkan tiket penerbangan.

Salah satu penumpang KM Prince Soya, Abdullah Faisal, mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa melanjutkan perjalanan melalui jalur laut setelah tidak lagi menemukan tiket pesawat menuju kampung halamannya.

“Perjalanan saya dimulai dari Jakarta menuju Balikpapan dengan pesawat. Namun untuk rute berikutnya tiket penerbangan sudah tidak tersedia, sehingga saya memutuskan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut,” ujarnya pada Senin (16/3/2026).

Menurutnya, perjalanan menggunakan kapal memang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan pesawat. Meski demikian, perjalanan laut terasa lebih santai dan biaya yang harus dikeluarkan juga lebih terjangkau.

“Ia menyampaikan bahwa harga tiket kapal relatif lebih murah. Ia memperoleh tiket sekitar Rp500 ribu untuk perjalanan hingga Parepare, kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju Makassar menggunakan transportasi darat,” jelasnya.

Abdullah juga menuturkan bahwa dirinya melakukan perjalanan seorang diri karena anggota keluarganya telah lebih dahulu berada di Makassar. Ia mengaku biasanya hanya memiliki kesempatan pulang kampung sekali dalam setahun.

“Ia mengatakan bahwa keluarga telah berada di Makassar lebih dahulu sehingga dirinya pulang sendirian. Kesempatan pulang kampung biasanya hanya sekali dalam setahun, dan yang paling dirindukan adalah momen berkumpul bersama keluarga serta bertemu anak-anak dan kerabat,” ungkapnya.

Selain itu, ia menilai sistem pengaturan penumpang di pelabuhan kini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Proses keberangkatan dinilai lebih tertib sehingga penumpang tidak lagi harus berdesakan.

“Ia menilai kondisi pelayanan di pelabuhan saat ini jauh lebih tertata. Sistem yang diterapkan oleh Pelindo bersama instansi terkait dinilai mampu membuat proses keberangkatan penumpang menjadi lebih tertib,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt Sahrun Asis, membenarkan bahwa jumlah penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Samarinda mengalami peningkatan pada hari tersebut.

“Ia menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan di lapangan, terjadi peningkatan jumlah penumpang pada arus mudik tahun ini. Pada pagi hari, kapal KM Queen Soya tercatat tiba dengan membawa sekitar 350 penumpang,” jelasnya.

Selain itu, kapal KM Prince Soya yang berangkat menuju Parepare juga mengangkut penumpang dalam jumlah besar.

“Menurutnya, kapal KM Prince Soya yang baru saja diberangkatkan dari Pelabuhan Samarinda menuju Parepare membawa sekitar 1.697 penumpang,” katanya.

Tidak hanya kapal reguler, kapal perintis KM Sabuk Nusantara yang baru bersandar di pelabuhan juga membawa puluhan penumpang.

“Ia menambahkan bahwa kapal perintis KM Sabuk Nusantara yang tiba di pelabuhan membawa sekitar 97 penumpang,” ujarnya.

Sahrun juga menjelaskan bahwa jadwal keberangkatan kapal sempat dimajukan dari rencana awal karena kapasitas penumpang telah terpenuhi lebih cepat dari perkiraan.

“Ia menjelaskan bahwa jadwal keberangkatan yang semula direncanakan pukul 14.00 dimajukan menjadi pukul 12.00 karena jumlah penumpang sudah mencapai kapasitas sesuai sertifikat kapal,” jelasnya.

Meski masih terdapat jadwal pelayaran pada Selasa dan Rabu mendatang, pihaknya memperkirakan jumlah penumpang akan mulai berkurang karena sebagian besar pemudik telah berangkat pada hari tersebut.

“Ia memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada hari ini. Sementara pada Selasa dan Rabu mendatang jumlah penumpang kemungkinan mulai menurun karena sebagian pemudik sudah berangkat, serta terdapat keberangkatan dari pelabuhan lain seperti Bontang dan Balikpapan,” pungkasnya.

Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri

Views Count: 1

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1588875
Users Today : 4141
Total Users : 1588875
Views Today : 6231
Total views : 7097623
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com