Foto: Anggota Komisi II DPRD Kutai Kartanegara Rahmat Dermawan
Infobenua.com, Kutai Kartanegara – Tradisi masyarakat pesisir menjadi perhatian DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dalam rencana pelaksanaan Festival Pesta Laut Pesisir di Kecamatan Samboja.
Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan agenda festival, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertahankan warisan budaya masyarakat setempat.
Anggota Komisi II DPRD Kukar, Rahmat Dermawan, mengatakan Pesta Laut telah menjadi tradisi yang secara rutin dijalankan masyarakat pesisir Samboja. Maka dari itu, unsur adat dan kebiasaan masyarakat setempat perlu tetap menjadi bagian utama apabila kegiatan kembali digelar.
“Pesta laut ini sudah menjadi tradisi masyarakat pesisir yang dilaksanakan secara rutin. Bagi kami, tradisi seperti ini perlu terus dijaga agar tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Kukar,” kata Rahmat, Kamis (1/10/2026).
Ia menilai pelaksanaan festival sebaiknya tidak hanya berorientasi pada kemeriahan kegiatan. Nilai-nilai yang melekat pada tradisi masyarakat pesisir juga perlu dipertahankan sehingga generasi berikutnya tetap mengenal asal-usul serta budaya daerahnya.
Menurut Rahmat, keberlanjutan tradisi juga dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata. Kegiatan budaya yang tetap mempertahankan karakter lokal berpotensi menjadi daya tarik bagi masyarakat dari luar kawasan Samboja.
“Jangan sampai unsur tradisinya justru hilang karena kegiatan dikemas sebagai festival. Nilai budaya masyarakat pesisir harus tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya,” ujarnya.
Sementara terkait kepastian Pesta Laut Pesisir 2026, Rahmat mengaku DPRD Kukar masih menunggu informasi lebih lanjut dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Beberapa aspek, termasuk jadwal dan dukungan anggaran, masih menyesuaikan proses pergeseran APBD Perubahan.
Karena itu, ia belum dapat memastikan kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan maupun seperti apa konsep akhirnya. Pembahasan mengenai kebutuhan anggaran juga masih menunggu penyesuaian dari pemerintah daerah.
“Kami masih menunggu informasi yang lebih pasti dari OPD terkait karena anggarannya masih disesuaikan dalam proses perubahan. Jadi, untuk jadwal dan konsep kegiatan kami belum bisa memastikan,” jelasnya.
Rahmat menegaskan, Komisi II DPRD Kukar tetap mendorong keberadaan kegiatan budaya masyarakat pesisir selama pelaksanaannya dapat menjaga nilai tradisi yang diwariskan masyarakat.
Ia berharap Pesta Laut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan keragaman budaya Kukar sekaligus memperkuat keberadaan tradisi masyarakat pesisir.
“Pelestarian tradisi harus tetap menjadi pijakan. Selain menjaga keberagaman budaya Kukar, kegiatan seperti ini juga bisa berjalan bersama dengan upaya mengembangkan pariwisata daerah,” pungkas Rahmat. (Adv)
penulis farit editor redaksi







Users Today : 1659
Total Users : 1507577
Views Today : 3148
Total views : 6934398