Infobenua.com.Samarinda – Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menegaskan bahwa penjadwalan kegiatan Badan Anggaran (Banggar) untuk membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) sudah diputuskan hanya melalui satu kali rapat internal. Hal ini disampaikannya dalam interupsi pada Rapat Paripurna ke-32 yang digelar di Gedung D DPRD Kaltim, Selasa (19/8/2025).
Menurut Salehuddin, keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan Badan Musyawarah (Banmus) bersama pimpinan dewan. Awalnya, ada usulan agar Banggar menggelar lebih dari satu kali rapat, mengingat pembahasan mencakup KUA-PPAS 2026 serta Perubahan KUA-PPAS 2025. Namun, karena padatnya agenda dewan, akhirnya diputuskan cukup satu kali rapat.
“Awalnya ada usulan agar Banggar rapat lebih dari sekali, tapi setelah melihat kondisi agenda yang padat, diputuskan hanya satu kali rapat internal. Fokusnya tetap pada agenda inti,” ujar Salehuddin.
Ia menjelaskan, meskipun jumlah rapat dibatasi, Banggar tetap diharapkan memaksimalkan peran dan fungsi dalam pembahasan anggaran. Menurutnya, meski waktu singkat, yang terpenting adalah pembahasan tetap berjalan sesuai prioritas.
“Banggar memang tidak bisa terlalu maksimal membahas semua agenda karena waktunya di penghujung bulan. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” tambah politisi Partai Golkar itu.
Selain efisiensi, keputusan ini juga mempertimbangkan kepentingan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) lain yang juga membutuhkan ruang dalam jadwal kerja DPRD. Banmus akhirnya memilih jalan tengah agar tidak terjadi tumpang tindih agenda.
Salehuddin menyebut bahwa jadwal kerja dewan tidak mungkin mengakomodasi semua usulan dari setiap AKD. Oleh karena itu, pimpinan dewan mengambil langkah untuk menyeimbangkan kepentingan.
“Banyak AKD yang meminta ruang, jadi jadwal ini tidak bisa mengakomodir semuanya. Yang penting agenda prioritas tetap berjalan, sementara orkestrasi agenda ada di pimpinan,” jelasnya.
Keputusan tersebut menunjukkan upaya DPRD Kaltim menjaga keseimbangan antara padatnya agenda legislatif dengan efektivitas pembahasan anggaran.
“Dengan hanya satu kali rapat, diharapkan Banggar tetap mampu menjalankan perannya secara optimal tanpa mengganggu agenda AKD lainnya,” pungkasnya.(adv/red/frida)


















Users Today : 471
Total Users : 1365885
Views Today : 2848
Total views : 6605557