Infobenua.com, Samarinda – Regenerasi atlet di Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi tantangan serius. Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma (AHK), mengungkapkan, banyak atlet berprestasi yang terpaksa menghentikan karier mereka karena harus fokus pada pekerjaan dan tanggung jawab keluarga, kondisi ini berdampak langsung pada keberlanjutan prestasi olahraga daerah.
“Banyak atlet yang dulunya berprestasi, kini kesulitan untuk melanjutkan karier mereka karena harus bekerja dan berkeluarga. Ini menjadi kendala besar dalam regenerasi atlet, karena atlet lama tidak bisa lagi aktif berlatih dan bertanding,” ujar AHK, Senin (4/8/25).
Menurutnya, situasi ini harus segera diantisipasi dengan pembinaan atlet usia dini secara terencana dan berkelanjutan.
Langkah ini dinilai menjadi kunci untuk memastikan adanya generasi penerus yang siap menggantikan peran atlet senior yang sudah tidak aktif.
“Kita perlu memfokuskan perhatian pada pembinaan atlet sejak usia dini. Dengan begitu, kita bisa mencetak atlet-atlet muda yang siap bersaing dan mempertahankan prestasi Kaltim,” tambahnya.
Dispora Kaltim berkomitmen mengembangkan program pembinaan intensif di berbagai cabang olahraga, termasuk squash, dengan pendekatan menyeluruh mulai dari keterampilan teknis, kesiapan mental, hingga kekuatan fisik.
Tujuannya, mencetak atlet muda yang mampu bersaing di level nasional dan internasional.
AHK optimistis, dengan fokus pada pembinaan usia dini, dalam beberapa tahun ke depan Kaltim akan memiliki lebih banyak atlet muda yang siap berkompetisi dan mengharumkan nama daerah.
Strategi ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi stagnasi regenerasi atlet yang selama ini menjadi kendala utama perkembangan olahraga di Bumi Etam.(ADV)
Penulis : Nurfa | Editor : Eka Mandiri


















Users Today : 956
Total Users : 1399781
Views Today : 1504
Total views : 6698490