INFOBENUA.COM, KUKAR – Pergeseran tanah yang terjadi di wilayah RT 12, 14, dan 15 Desa Kota Bangun Ulu pada Selasa, 5 Agustus 2025, mendapat perhatian serius dari Plt Camat Kota Bangun, Abdul Karim.
Melihat kejadian tersebut, dirinya bersama jajaran pemerintah desa turun langsung ke lokasi bersama dan perangkat RT untuk melakukan asesmen awal.
Pergeseran ini menyebabkan kerusakan fisik pada sejumlah rumah panggung milik warga yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Beberapa struktur bangunan tampak miring, dan retakan tanah terlihat di badan jalan serta pekarangan rumah.
“Ini kondisi yang cukup memprihatinkan. Kami melihat langsung sejumlah rumah dalam posisi tidak stabil, dan ini sangat membahayakan jika tidak segera ditangani,” ujar Abdul Karim di sela kunjungan, pada Selasa (5/8/2025).
Dalam arahannya, Abdul Karim meminta perangkat desa dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi longsor susulan atau keruntuhan bangunan. Ia juga menginstruksikan agar tidak ada aktivitas berat dilakukan di sekitar lokasi terdampak.
Pemerintah Kecamatan Kota Bangun akan segera menyusun laporan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Kukar dan instansi teknis, seperti BPBD, untuk melakukan kajian geologi serta merumuskan penanganan jangka pendek dan panjang.
“Kami akan dorong agar ada tindakan cepat, baik dalam bentuk tanggap darurat maupun perencanaan infrastruktur yang tahan terhadap kondisi tanah yang labil seperti ini,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, RT, dan masyarakat dalam melakukan pemantauan wilayah secara aktif, agar gejala-gejala awal seperti retakan tanah bisa segera dilaporkan dan ditangani.
Langkah awal yang sudah dilakukan mencakup pemasangan tanda peringatan di sekitar lokasi retakan, serta mendata rumah-rumah yang berpotensi harus direlokasi.
Fenomena ini diduga kuat dipicu oleh faktor geologis serta beban bangunan di atas tanah yang mulai mengendur pasca musim kemarau, mempercepat terjadinya pergeseran.
“Perubahan iklim dan cuaca ekstrem membuat daerah rawan longsor seperti ini harus mendapatkan perhatian khusus dalam pembangunan ke depan,” terang Abdul Karim.
Pemerintah Kecamatan juga siap mendampingi warga terdampak jika ada kebutuhan bantuan sosial atau relokasi sementara.
“Keselamatan warga tetap prioritas kami,” tutupnya. (Adv)

















Users Today : 917
Total Users : 1282823
Views Today : 2683
Total views : 6322638