INFOBENUA.COM, KUKAR – Retakan tanah yang cukup signifikan terjadi di Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Fenomena ini terpantau di wilayah RT 014 dan RT 015 dan mulai menimbulkan kekhawatiran warga karena mengancam rumah, jalan lingkungan, serta fasilitas umum lainnya.
Kepala Desa Kota Bangun Ulu, Aroel Dhamank, menyampaikan bahwa retakan terjadi di berbagai titik, termasuk badan jalan, pekarangan rumah, bahkan kolong bangunan panggung warga.
Sejumlah rumah mengalami penurunan tanah yang cukup drastis, memicu kekhawatiran akan kemungkinan roboh.
“Retakannya cukup dalam dan lebar, terutama di sekitar rumah-rumah yang berdiri di bantaran sungai. Kami sudah meminta warga untuk mengurangi aktivitas di area tersebut demi keselamatan,” ujar Aroel saat meninjau lokasi pada Selasa, (5/8/2025).
Selain rumah, jalan menuju jembatan yang baru selesai dibangun juga mulai menunjukkan tanda-tanda pergeseran. Ini menambah urgensi penanganan karena jalan tersebut menjadi akses vital antar RT.
Pemerintah desa telah bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama RT setempat dan perangkat desa untuk mendata rumah-rumah terdampak serta menentukan lokasi-lokasi rawan pergeseran lebih lanjut.
Menurut Aroel, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan pihak kecamatan dan BPBD Kukar untuk meminta kajian teknis serta bantuan darurat, termasuk potensi relokasi jika kondisi makin memburuk.
Fenomena ini diperkirakan dipicu oleh kondisi tanah yang mengering pasca musim kemarau, lalu mengendur ketika terjadi perubahan kelembaban. Beban struktur bangunan di atasnya mempercepat pergeseran tanah.
“Ini bukan kejadian pertama, tapi kali ini dampaknya lebih luas. Warga diminta waspada dan tidak membangun tambahan bangunan di wilayah yang sudah retak,” tegas Aroel.
Ia menambahkan, Pemdes juga sedang menyiapkan laporan resmi untuk diajukan ke pemerintah kabupaten agar ada tindak lanjut lebih terstruktur.
Langkah-langkah preventif seperti pemasangan tanda bahaya, pembatasan lalu lintas jalan setempat, serta edukasi kepada warga sudah mulai dilakukan sejak hari kejadian.
“Kami akan terus pantau dan ambil langkah terbaik demi keselamatan bersama,” tutup Aroel. (Adv)
pewarta farit editor redaksi


















Users Today : 988
Total Users : 1282894
Views Today : 2923
Total views : 6322878