InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

PU Kukar Beberkan Kendala Teknis, Pelebaran Jalan Monumen Harus Tunggu Jembatan Rampung

by Eka Mandiri
Jumat, 1 Agustus 2025, 22:00
in Advertorial, Dinas PU KUKAR, Kukar
Bagikan

Infobenua.com.Kukar – Proyek pelebaran jalan di sekitar Monumen Tenggarong yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menghadapi tantangan serius. Meski dirancang untuk memperlancar mobilitas warga dan mempercantik akses menuju ikon kota, realisasi pekerjaan di lapangan tidak berjalan semulus rencana.

Penyebab utamanya adalah belum adanya kejelasan panjang oprit jembatan baru yang berdiri tidak jauh dari kawasan monumen.

Oprit yang dimaksud ialah timbunan tanah di belakang abutment jembatan yang berfungsi menghubungkan jalan dengan jembatan sekaligus mencegah penurunan tanah. Sementara Abutment ialh struktur di kedua ujung jembatan, bendungan, atau konstruksi sejenis yang berfungsi menopang beban dan menyalurkannya ke fondasi.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Linda Juniarti, mengungkapkan bahwa meski kontraktor jalan sudah siap bergerak dengan pelebaran hingga 13 meter, pekerjaan terpaksa menunggu penyelesaian tahap pancang jembatan.

Tanpa kepastian soal panjang dan kelandaian oprit jembatan, pengerjaan jalan dikhawatirkan sia-sia.

“Kami tidak ingin pekerjaan yang sudah dibangun justru terpotong atau tertutup ketika oprit jembatan dipasang. Karena itu, kami menunggu perhitungan teknis dari kontraktor jembatan. Panjang oprit menentukan kelandaian dan sambungan jalan, jadi ini sangat krusial,” jelas Linda, belum lama ini.

Menurut Linda, permasalahan ini muncul karena proyek jalan dan jembatan dikerjakan oleh penyedia berbeda.

Jalan berada di bawah kewenangan PU Kukar, sementara jembatan ditangani pihak lain melalui kontrak tersendiri. Akibatnya, koordinasi teknis harus terus dilakukan agar kedua proyek dapat saling melengkapi dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Selain persoalan oprit, proyek juga terbentur kendala pada pembangunan saluran drainase.

Linda menjelaskan bahwa desain awal drainase direncanakan lurus menuju Sungai Tenggarong, namun keberadaan abutment jembatan membuat jalur harus dialihkan. Hal ini menambah kompleksitas pekerjaan sekaligus memerlukan biaya serta waktu tambahan.

“Awalnya drainase langsung diarahkan ke sungai. Tapi dengan adanya abutment jembatan, jalurnya harus dibelokkan. Ini tentu berpengaruh pada desain dan harus kami sesuaikan lagi, supaya fungsi drainase tetap optimal,” ungkapnya.

Meski dihadapkan pada kendala teknis, Linda menegaskan bahwa pelebaran jalan tetap berjalan. Jalan di kawasan monumen akan diperluas hingga 13 meter di dua sisi.

Jalur menuju parkir Masjid Agung dan jalur yang menempel di sekitar kawasan monumen akan ditata ulang agar fungsional sekaligus menjaga estetika lingkungan.

“Prinsip kami, pelebaran ini harus mendukung mobilitas warga dan wisatawan, tapi tetap memperhatikan monumen yang ada. Jangan sampai pelebaran jalan merusak tatanan atau mengurangi nilai estetika kawasan,” tegasnya.

Terkait timeline, Linda memaparkan bahwa pembangunan drainase ditargetkan selesai pada Oktober 2025. Pelebaran jalan sendiri diperkirakan rampung pada akhir tahun, berbarengan dengan sejumlah pekerjaan penunjang lain.

Sedangkan proyek jembatan ditargetkan tuntas pada 20 Desember 2025, sehingga penyambungan jalan dan jembatan bisa dilakukan secara utuh.

“Drainase kami targetkan Oktober selesai. Pelebaran jalan akhir tahun, sementara jembatan 20 Desember. Jadi memang saling menunggu agar hasilnya maksimal,” katanya.

Linda juga menyoroti pentingnya integrasi proyek ini terhadap upaya pengendalian banjir. Drainase yang dibangun bukan hanya berfungsi untuk jalan, melainkan juga membantu memperlancar aliran air agar kawasan sekitar monumen tidak rawan genangan.

Namun, ia tidak menutup mata bahwa koordinasi lintas kontraktor dan keterbatasan waktu menjadi tantangan terbesar. Jika salah satu proyek molor, maka pelebaran jalan pun akan ikut terdampak.

“Risiko tumpang tindih pekerjaan selalu ada kalau koordinasi tidak solid. Karena itu, kami terus berkomunikasi dengan pihak jembatan. Jangan sampai masyarakat menilai proyek ini lamban atau tidak efektif, padahal memang ada faktor teknis yang harus diselesaikan bersama,” jelas Linda lebih jauh.

Dengan kondisi tersebut, Pemkab Kukar berharap masyarakat dapat memahami dinamika yang terjadi di lapangan. Pelebaran jalan Monumen Tenggarong bukan hanya proyek infrastruktur biasa, melainkan bagian dari upaya memperkuat wajah kota sebagai pusat kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi.

Jika rampung sesuai rencana, kawasan ini diharapkan menjadi lebih representatif dan mampu menunjang geliat pariwisata sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas.

“Kami optimis, meskipun ada kendala teknis, pekerjaan ini bisa rampung tepat waktu. Targetnya, akhir tahun masyarakat sudah bisa menikmati akses yang lebih lebar, aman, dan nyaman,” pungkas Linda.

penulis Lisa editor redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
HIPKA Kaltim Resmi Dilantik, Bidik Pengusaha Lokal Jadi Pemain Utama di Era IKN

HIPKA Kaltim Resmi Dilantik, Bidik Pengusaha Lokal Jadi Pemain Utama di Era IKN

Rabu, 17 Juni 2026, 17:31
Seno Aji Janji Bereskan Temuan BPK, Catatan DPRD Soal PAD Segera Ditindaklanjuti

Seno Aji Janji Bereskan Temuan BPK, Catatan DPRD Soal PAD Segera Ditindaklanjuti

Rabu, 17 Juni 2026, 17:29
Rasman Rading Tegas, Cabor Tak Bisa Masuk KONI Jika Hanya Bermodal SK Pengurus

Rasman Rading Tegas, Cabor Tak Bisa Masuk KONI Jika Hanya Bermodal SK Pengurus

Rabu, 17 Juni 2026, 17:26
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Kompi 3 Batalyon C Pelopor Gelar Bedah Rumah di Berau

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Kompi 3 Batalyon C Pelopor Gelar Bedah Rumah di Berau

Rabu, 17 Juni 2026, 17:15

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1344007
Users Today : 685
Total Users : 1344007
Views Today : 1452
Total views : 6490850
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com