BALIKPAPAN, infobenua.com – Kepala Sekolah SMAN 8 Balikpapan, Drs. Ali Arham, M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang tahun ini bertepatan dengan HUT SMAN 8 Balikpapan, akan menjadi momentum penting untuk melatih kepemimpinan dan tanggung jawab siswa.
“Seluruh rangkaian kegiatan HUT RI dan HUT Sekolah tahun ini akan digagas oleh siswa-siswi SMAN 8 sendiri, di bawah koordinasi ketua panitia, Ibu Fitriah, S.Pd. Ini adalah bagian dari pelatihan tanggung jawab dan kepemimpinan bagi mereka,” ujar Ali Arham saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (27/7).
Ia menambahkan, berbagai kegiatan akan digelar, baik bersifat internal maupun eksternal. Di antaranya lomba futsal, voli, menyanyi solo, tari kreasi, cerdas cermat, menulis cerpen, hingga turnamen gim digital seperti Mobile Legends. Beberapa kegiatan luar sekolah akan diadakan di Gedung STT Migas dan fasilitas sekitar Balikpapan Barat.
Kolaborasi dengan Orang Tua dan Dunia Usaha
Kegiatan ini juga melibatkan dukungan dari orang tua siswa. Menurut Ali Arham, sejumlah perwakilan orang tua turut berkontribusi secara sukarela, khususnya dalam bentuk hadiah dan doorprize.
“Anak-anak juga sedang mengirimkan surat permohonan sponsor ke berbagai lembaga dan perusahaan. Ini bagian dari proses belajar mereka dalam membangun kerja sama sehat dengan dunia usaha,” jelasnya.
Kilas Balik Perjalanan Sekolah
Dalam kesempatan yang sama, Ali Arham mengulas perjalanan SMAN 8 Balikpapan yang berdiri sejak 2010. Ia merupakan kepala sekolah keempat, menggantikan almarhum Bapak Suryani.
“Dulu depan sekolah ini masih rawa-rawa, sekarang sudah tertata. Bukan hanya fisik sekolah yang berkembang, tapi juga kualitas akademik dan akhlak siswa meningkat setiap tahun,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa sekolah juga berkomitmen pada pelestarian lingkungan, termasuk menjaga ekosistem mangrove di sekitar area sekolah.
Tantangan Kuota dan Dukungan Pemerintah
Terkait keterbatasan daya tampung, Ali Arham mengakui tingginya minat masyarakat Balikpapan Barat terhadap sekolah negeri menjadi tantangan tersendiri.
“Memang kuota terbatas, tetapi pemerintah memiliki program penambahan ruang kelas dan kerja sama dengan sekolah swasta. Ada juga dukungan dari pusat seperti program makan bergizi gratis,” ujarnya.
Pendekatan Pembelajaran yang Bermakna
Ali Arham juga menyoroti pendekatan pembelajaran baru yang kini diterapkan, yakni pembelajaran mendalam dengan tiga prinsip utama: berkesadaran, bermakna, dan bergembira.
“Kita bangun kesadaran bersama. Guru, murid, dan orang tua harus tahu arah tujuan pendidikan. Pembelajaran harus bermakna, bukan sekadar mengejar materi. Guru juga harus peduli—bahkan sampai mengunjungi rumah siswa yang sering absen,” katanya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan tahun ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai dalam Profil Pelajar Pancasila.
“Salah satu profilnya adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di sekolah, anak-anak kita latih jadi muadzin, imam, bahkan khatib salat Jumat,” lanjutnya.
Kegiatan peringatan HUT tahun ini diperkirakan akan melibatkan anggaran sekitar Rp70 juta. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan secara efektif dan transparan.
“Kami yakin kegiatan ini akan berjalan lancar dan menjadi pengalaman berharga bagi siswa, terutama dalam hal kepemimpinan dan tanggung jawab,” pungkasnya.
Penulis Irwanto Sianturi



















Users Today : 279
Total Users : 1362835
Views Today : 3196
Total views : 6564768